Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2022 | 21.39 WIB

RSUD Saiful Anwar Malang Rawat Satu Pasien Gagal Ginjal Akut

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang, Jawa Timur. Vicki Febrianto/Antara - Image

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang, Jawa Timur. Vicki Febrianto/Antara

JawaPos.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar di Kota Malang, Jawa Timur, masih merawat satu orang pasien penyakit gagal ginjal akut progresif atipikal.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Saiful Anwar Syaifullah Asmiragani mengatakan, satu pasien tersebut berasal dari Blitar, Jawa Timur, berinisial T. Saat ini, kondisi pasien sudah mulai membaik.

”Kondisi ginjalnya sudah mulai pulih, tapi masih belum diperbolehkan untuk pulang. Saat ini masih dirawat di fasilitas low care,” kata Syaifullah Asmiragani seperti dilansir dari Antara.

Syaifullah menjelaskan, saat ini pasien sudah tidak lagi melakukan hemodialisis atau cuci darah karena kondisinya berangsur-angsur sudah mengalami perbaikan. Namun, pada saat awal ditangani RSUD Saiful Anwar, pasien tersebut harus menjalani perawatan hemodialisis.

Menurut, secara keseluruhan RSUD Saiful Anwar telah memberikan perawatan terhadap sembilan orang pasien yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Dari sembilan pasien yang menderita gagal ginjal akut progresif atipikal tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.

”Dari sembilan pasien, tiga orang meninggal dunia, lima sudah sembuh. Saat ini ada satu pasien yang masih menjalani perawatan dan kondisinya membaik,” ujar Syaifullah Asmiragani.

RSUD Saiful Anwar Kota Malang hingga saat ini masih belum bisa memastikan penyebab tiga orang pasien tersebut meninggal dunia. Pihak rumah sakit telah mengirimkan sampel urine dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi pasien tersebut ke laboratorium toksikologi.

”Kita mengirimkan sampel urinenya termasuk obat-obatan yang pernah dikonsumsi ke Puslabfor. Mungkin dalam waktu dekat sudah ada jawaban,” kata Syaifullah Asmiragani.

Pemerintah Kota Malang telah memberikan imbauan kepada orang tua untuk mewaspadai kasus gagal ginjal akut tersebut dan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tidak mengonsumsi obat dalam bentuk sirop.

Diagnosa dari penyakit gagal ginjal akut tersebut, disebabkan riwayat keturunan, perilaku konsumsi makan dan minum, serta kebiasaan atau aktivitas anak. Gejala penyakit itu meliputi penurunan volume buang air kecil, atau tidak ada air kencing sama sekali.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore