Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 September 2022 | 04.17 WIB

Disdik Jabar Sebut Pemandu Lagu Berseragam SMA Coreng Dunia Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi. Humas Dispendik Jabar/Antara - Image

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi. Humas Dispendik Jabar/Antara

JawaPos.com–Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Dispendik Jabar) menyatakan, temuan kasus pemandu lagu (pekerja hiburan malam) berseragam SMA atau putih abu-abu, telah mencoreng dunia pendidikan. Kasus itu terjadi di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Bekasi.

”Seperti yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, seragam putih abu-abu digunakan di tempat hiburan malam. Itu kan mencoreng dunia pendidikan. Makanya saya setuju kalau ini ditindak lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi seperti dilansir dari Antara, Selasa (6/9).

Fenomena penggunaan seragam SMA bukan oleh pelajar SMA kerap terjadi di sejumlah kegiatan, seperti yang dilakukan artis ibu kota saat perayaan ulang tahunnya. Kemudian beberapa waktu lalu, beredar sebuah video di media sosial berisi para pemandu lagu menggunakan pakaian seragam SMA putih abu-abu di salah satu tempat hiburan malam Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Menanggapi fenomena tersebut, Kadispendik Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, seragam putih abu-abu yang digunakan anak SMA memiliki sejarah dan makna yang besar. ”Jadi negara tidak asal-asalan tentunya. Penggunaan seragam bagi seluruh sekolah tujuannya itu untuk menumbuhkan rasa kebersamaan yang selaras dengan sila ketiga yakni persatuan Indonesia,” ujar Dedi Supandi.

Dia mengatakan, sejarah seragam SMA putih abu-abu, berkaitan dengan Surat Keputusan 052/C/Kep/D.82 yang dikeluarkan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya untuk menghilangkan sikap eksklusivitas agar kesenjangan yang terjadi antar peserta didik berkurang.

”Sehingga tidak ada lagi perbedaan antar peserta didik antara lain suku, agama, ras, dan golongan dalam mengakses pendidikan,” terang Dedi.

Dedi Supandi menilai ada makna yang besar di balik warna putih dan abu-abu pada seragam pelajar SMA. Hal itu menggambarkan ketenangan dan kedewasaan yang sudah mulai dimiliki anak pada jenjang tersebut.

”Dan begitu pula pada seragam SD dan SMP. Semua ada maknanya kenapa SD putih dan merah, atau SMK putih dan biru,” papar Dedi.

Terkait penggunaan seragam putih dan abu-abu oleh non pelajar, Dedi Supandi menilai memang bukan suatu hal yang menyalahi aturan. Namun, pihaknya berharap non pelajar yang menggunakan seragam putih abu-abu jangan kebablasan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore