Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Maret 2022 | 19.42 WIB

Wisata Dibatasi, Produksi Susu Sapi Ikut Turun

UMKM dari produk olahan susu sapi ikut terdampak pandemi Covid-19. (Eko Hendri/Jawa Pos) - Image

UMKM dari produk olahan susu sapi ikut terdampak pandemi Covid-19. (Eko Hendri/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gara-gara virus korona, sejumlah tempat wisata di Jatim dibatasi pengunjungnya. Kebijakan itu masih berlaku hingga sekarang. Turunnya wisatawan berdampak pada omzet peternak sapi perah di Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Joko Bandung, salah satu peternak menjelaskan bahwa pembeli susunya turun drastis saat pandemi Covid-19. Penurunan mencapai 50 persen. “Terpaksa saya juga mengurangi produksi,” kata Joko.

Pelaku UMKM Binaan BRI itu menjelaskan bahwa proses penjualan susua memang banyak mengandalkan tempat wisata. Susu sapi dikemas dan dipasarkan pada turis. Karena kunjungan turun, secara otomatis pembeli ikut berkuang.

Joko berupaya mengubah pola penjualan. Saat ini, dia rajin ikut bazar UMKM. Pemasaran susu ke luar kota diperluas.

Mantri BRI Unit Pacet Dhona mengatakan bahwa ada belasan peternak sapi perah di Pacet. Saat pandemi, mereka mengeluhkan penurunan penjualan susu. “Kami coba fasilitasi dengan pelatihan pemasaranan secara online,” kata Dhona.

Dia mengatakan bahwa peternak diminta untuk berinovasi. Tidak hanya dijual dalam bentuk susu. Peternak didorong untuk memproduksi jenis makanan lain yang berbahan susu seperti pudding dan yogurt.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore