
Bayu Airlangga (kiri) berjabat tangan dengan Emil Dardak pada musda, Kamis (20/1). Istimewa
JawaPos.com–Musyawarah Daerah Partai Demokrat Jawa Timur berlangsung pada Kamis (20/1). Musda tersebut menghasilkan perolehan suara dukungan untuk calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur yang baru.
Suara untuk Bayu Airlangga terpaut jauh dengan Emil Elestianto Dardak. Bayu disebut mendapatkan dukungan dari 25 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Timur. ”Alhamdulillah, kita selesai melaksanakan musda. Kita sudah menemukan hasilnya. Alhamdulillah dukungan kita 25 DPC,” kata Bayu.
Bayu sempat disebut mendapat dukungan 32 DPC dari total 38 DPC se-Jawa Timur. Bayu menganggapnya tidak sesuai target dukungan.
”Itu wajar dalam politik, tapi kita bersyukur bahwa kita solid, kita kompak, kita mayoritas. Insya Allah 31 Januari, akan fit proper test di DPP (Dewan Perwakilan Pusat),” ujar Bayu.
Atas dukungan yang diberikan 25 DPC, Bayu menyampaikan terima kasih. Dukungan itu dirasa Bayu sebagai bagian dari upaya untuk membesarkan partai.
”Kalau saya diberi amanah, kita akan rangkul semua, tidak ada kubu-kubuan. Ini proses musda sudah demokratis. Mohon doanya semua. Alhamdulillah, musda hari ini (20/1) aman, kondusif dan membawa keberkahan serta kebesaran bagi kita semua,” ucap Bayu.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pemilihan dua calon ketua tidak memecah belah partai. AHY memuji Bayu Airlangga dan Emil Dardak sebagai kader terbaik.
”Ada dua kader utama yang maju sebagai kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim, pertama Mas Emil Dardak yang kedua Mas Bayu Airlangga,” kata AHY saat membuka Musda DPD Demokrat Jatim secara virtual.
Usai memberi pesan ke Bayu dan Emil, AHY meminta keduanya berjabat tangan. Hal itu sebagai bukti bahwa persaingan antar keduanya tetap berjalan dengan baik.
”Saya minta Mas Emil dan Mas Bayu bersalaman dan berdiri bersama, untuk menunjukkan bahwa kita solid,” imbuh AHY.
AHY mengungkapkan, semangat dalam musda kali ini adalah konsolidasi. Seluruh proses pencalonan sudah ditetapkan sesuai AD/ART partai.
”Musda adalah kegiatan yang dilakukan setiap 5 tahun sekali, tetapi saya berharap jangan jadikan musda sebagai kegiatan yang serba formalitas saja. Mari dijadikan momentum Demokrat untuk terus berbenah diri melanjutkan segala hal positif yang dicapai,” tutur AHY.
AHY menambahkan, musda tetap harus berjalan secara demokratis, sesuai semangat Partai Demokrat. Dia akan mengawal secara khusus Musda Demokrat Jatim.
”Musda harus bisa menjadi ajang konsolidasi, fokuskan kita menyiapkan mesin partai untuk meraih suara di Jatim. Musda Jatim memiliki posisi strategis. Saya berharap tidak hanya menyiapkan mesin partai, tapi meyakinkan bahwa partai kita solid,” papar AHY.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
