
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif. Kornelis Kaha/Antara
JawaPos.com–Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif kirim tim khusus untuk membantu mengungkap pelaku di balik meninggalnya seorang tahanan di sel Polsek Katikutana, Sumba Barat, pada Kamis (9/12).
”Saya sudah kirim tim ke sana (Sumba Barat) untuk memeriksa empat orang anggota yang diduga menganiaya korban,” kata Lotharia Latif seperti dilansir dari Antara di Kupang, Senin (13/12).
Hal itu disampaikannya berkaitan dengan perkembangan kasus penganiayaan terhadap Arkin, seorang tahanan di Polsek Katikutana hingga meninggal dunia. Tim yang dikirim ke Sumba Barat, antara lain Itwasda Polda NTT dan Kabid Propam Polda NTT.
”Nanti tim yang dikirim dari Polda NTT akan melakukan pemeriksaan terhadap empat oknum anggota polisi yang sudah ditarik ke Mapolres Sumba Barat,” tambah Lotharia Latif.
Dia mengatakan, empat oknum anggota Polri itu akan dimintai keterangan, pertanggungjawaban, dan mengungkap motif yang dilakukan.
”Kita akan lakukan pemeriksaan secara utuh. Apabila anggota ini melakukan pelanggaran baik SOP maupun protap di luar ketentuan pasti akan saya tindak tegas,” ucap Lotharia Latif.
Menurut dia, kasus yang terjadi di wilayah Sumba Tengah itu penanganan hukumnya di Polres Sumba Barat.
Kapolda mengatakan, sudah sering menyampaikan kepada seluruh anggota agar melaksanakan proses penyidikan secara humanis, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), dan tidak melakukan kekerasan.
”Jangan sampai penyidik melakukan tugas malah dia yang nantinya menjadi tersangka karena melakukan pelanggaran hukum,” ujar Lotharia Latif.
Lotharia menjelaskan, Polri saat ini sudah transparan dan terbuka. Siapa pun bisa mengkritisi dan memberikan informasi. Beredarnya informasi yang mengatakan ada penembakan, Kapolda NTT mengatakan, tim sudah ke sana dan akan mengecek.
Terkait bekas luka tembak di tubuh korban, dia akan menyerahkan langsung kepada tim ahli atau dokter yang menjelaskan. ”Nanti ahlinya yang akan mengatakan, tentunya berdasar hasil visum,” terang Lotharia Latif.
Terkait empat orang oknum anggota polisi itu, Kapolda mengatakan, pihaknya sudah mencopotnya. Namun apabila keempat anggota tersebut terbukti bersalah, Kapolda NTT akan memberikan sanksi yang lebih tegas.
”Pasti kita lihat tahapnya. Sanksinya macam-macam mulai kode etik, disiplin bahkan bisa sampai dengan PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat). Kita lihat bagaimana kronologisnya secara utuh, bagaimana langkah-langkah yang mereka lakukan apakah pelanggaran dan sebagainya. Kalau terbukti, mereka harus siap menerima risiko yang harus dihadapi,” ucap Lotharia Latif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022