Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juli 2021 | 03.02 WIB

Baliho Puan Maharani Ditulisi Open BO, PDIP Lapor ke Polisi

Baliho Puan Maharani yang dicoret-coret. Istimewa - Image

Baliho Puan Maharani yang dicoret-coret. Istimewa

JawaPos.com–Baliho Ketua DPR Puan Maharani yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur dirusak. Setelah tulisan Open BO (booking order) kini perusakan dilakukan dengan tulisan PKI dan Koruptor.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi menyesalkan kejadian tersebut. Dia tak habis pikir ada tangan-tangan usil yang melakukan aksi itu.

”Kami sangat menyesalkan aksi vandalisme terhadap baliho-baliho Ibu Puan Maharani,” kata Kusnadi pada Senin (26/7).

Padahal baliho Puan sebagai pengingat bagi warga untuk tetap bertahan dan semangat menjalani hari-hari pada masa pandemi. Kusnadi menyatakan, baliho itu berisi imbauan untuk taat pada protokol kesehatan, kampanye vaksinasi, dan menjaga imun tubuh.

”Baliho-baliho itu berisi pesan positif kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mengajak vaksinasi di tengah pandemi Covid-19,” ucap Kusnadi.

PDI Perjuangan berasumsi ada pihak yang memang tidak suka dengan cara kerja berbasis kerakyatan yang dilakukan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. ”Karena mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai,” tutur Kusnadi.

Padahal, menurut Kusnaid, kerja kerakyatan yang digaungkan PDI Perjuangan kepada kadernya adalah fokus dan aktif membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat. Kegotongroyongan dan pendampingan keluarga yang terpapar Covid-19 jadi hal utama.

”Sebagai kader PDIP dan Ketua DPR, Ibu Puan Maharani tidak berpangku tangan. Beliau aktif turun ke lapangan. Salah satunya ke Surabaya, beberapa waktu lalu,” papar Kusnadi.

Saat ini, PDI Perjuangan sudah meminta para kader untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan aksi vandalisme itu kepada pihak berwajib. PDIP selalu mengajarkan perilaku taat hukum dan melarang aksi anarkisme sebagai bentuk respons atas vandalisme itu.

”Kami mempercayakan penuh kepada aparatur kepolisian untuk menangani kasus-kasus yang dilaporkan,” ujar Kusnadi.

Aksi itu, menurut dia, membuat PDI Perjuangan lebih kuat karena sudah memiliki segudang pengalaman menghadapi tekanan dan fitnah dari luar. ”Tekanan dari luar justru membuat PDI Perjuangan makin solid, di bawah komando Ibu Megawati Soekarnoputri,” ucap Kusnadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore