Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Mei 2021 | 03.33 WIB

Gubernur Bengkulu Minta Siswi yang Hina Palestina Harus Tetap Sekolah

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Carminanda/Antara) - Image

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Carminanda/Antara)

JawaPos.com–Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta pihak sekolah tidak menghilangkan hak mendapatkan pendidikan bagi salah satu siswi SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah. Siswi tersebut telah melakukan ujaran kebencian menghina Palestina.

Rohidin menyayangkan tindakan sekolah yang mengambil keputusan mengeluarkan atau melakukan drop out terhadap siswi tersebut karena video berdurasi 8 detik yang diunggahnya ke media sosial TikTok. Pihak sekolah menganggap siswi tersebut melampaui ketentuan sekolah karena menyuarakan hujatan terhadap Palestina.

”Kita tidak bisa serta merta mengultimatum, memberikan punishment. Saya minta untuk tidak menghilangkan kesempatan yang bersangkutan untuk sekolah. Bagaimana caranya anak itu harus tetap sekolah,” kata Rohidin seperti dilansir dari Antara di Bengkulu, Rabu (19/5).

Gubernur menegaskan, MS, 19, pelajar kelas II SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, itu harus tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah seperti siswi lain. Sebab, sekolah adalah tempat yang tepat untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak muda agar menjadi generasi yang cerdas dan memiliki hati nurani.

”Kesempatan anak itu untuk sekolah harus tetap diteruskan. Sekolah itu kan memang tempat melakukan pembinaan terhadap generasi muda agar dia menjadi cerdas dan manusia bernurani,” ucap Rohidin Mersyah.

Kendati demikian Rohidin menyesalkan tindakan ujaran kebencian menghina Palestina yang dilakukan siswi tersebut. Sebab, hal itu dianggapnya tidak mencerminkan semangat toleransi antarumat beragama, bangsa, dan negara. Apalagi hal itu dilakukan orang terdidik.

Rohidin meminta para guru di Bengkulu lebih sering melakukan bimbingan konseling dan memberikan pemahaman yang utuh tentang etika bermedia sosial agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang.

”Hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. Ini sangat disayangkan. Apalagi pelajar, mahasiswa, orang terdidik sampai memberikan komentar yang intoleransi,” ucap Rohidin Mersyah.

Sebelumnya, MS membuat rekaman ujaran kebencian terhadap Palestina yang saat ini sedang berkonflik dengan Israel. Dalam unggahan berdurasi 8 detik yang sudah dihapus TikTok itu, MS merekam hujatan terhadap Palestina.

Akibat ulahnya itu, MS dikeluarkan dari sekolah. Keputusan itu diambil setelah pihak sekolah mengevaluasi tata tertib sekolah dan pelanggaran MS, hasilnya yang bersangkutan dianggap sudah melampaui ketentuan.

MS telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tindakannya itu adalah spontan sebagai bentuk keisengan dengan tujuan mengikuti tren bermedia sosial. Dia tidak menyangka akan berbuntut panjang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore