
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Carminanda/Antara)
JawaPos.com–Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta pihak sekolah tidak menghilangkan hak mendapatkan pendidikan bagi salah satu siswi SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah. Siswi tersebut telah melakukan ujaran kebencian menghina Palestina.
Rohidin menyayangkan tindakan sekolah yang mengambil keputusan mengeluarkan atau melakukan drop out terhadap siswi tersebut karena video berdurasi 8 detik yang diunggahnya ke media sosial TikTok. Pihak sekolah menganggap siswi tersebut melampaui ketentuan sekolah karena menyuarakan hujatan terhadap Palestina.
”Kita tidak bisa serta merta mengultimatum, memberikan punishment. Saya minta untuk tidak menghilangkan kesempatan yang bersangkutan untuk sekolah. Bagaimana caranya anak itu harus tetap sekolah,” kata Rohidin seperti dilansir dari Antara di Bengkulu, Rabu (19/5).
Gubernur menegaskan, MS, 19, pelajar kelas II SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, itu harus tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah seperti siswi lain. Sebab, sekolah adalah tempat yang tepat untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak muda agar menjadi generasi yang cerdas dan memiliki hati nurani.
”Kesempatan anak itu untuk sekolah harus tetap diteruskan. Sekolah itu kan memang tempat melakukan pembinaan terhadap generasi muda agar dia menjadi cerdas dan manusia bernurani,” ucap Rohidin Mersyah.
Kendati demikian Rohidin menyesalkan tindakan ujaran kebencian menghina Palestina yang dilakukan siswi tersebut. Sebab, hal itu dianggapnya tidak mencerminkan semangat toleransi antarumat beragama, bangsa, dan negara. Apalagi hal itu dilakukan orang terdidik.
Rohidin meminta para guru di Bengkulu lebih sering melakukan bimbingan konseling dan memberikan pemahaman yang utuh tentang etika bermedia sosial agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang.
”Hal seperti ini jangan sampai terulang kembali. Ini sangat disayangkan. Apalagi pelajar, mahasiswa, orang terdidik sampai memberikan komentar yang intoleransi,” ucap Rohidin Mersyah.
Sebelumnya, MS membuat rekaman ujaran kebencian terhadap Palestina yang saat ini sedang berkonflik dengan Israel. Dalam unggahan berdurasi 8 detik yang sudah dihapus TikTok itu, MS merekam hujatan terhadap Palestina.
Akibat ulahnya itu, MS dikeluarkan dari sekolah. Keputusan itu diambil setelah pihak sekolah mengevaluasi tata tertib sekolah dan pelanggaran MS, hasilnya yang bersangkutan dianggap sudah melampaui ketentuan.
MS telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan tindakannya itu adalah spontan sebagai bentuk keisengan dengan tujuan mengikuti tren bermedia sosial. Dia tidak menyangka akan berbuntut panjang.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
