
Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Kridomardowo Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro. Luqman Hakim/Antara
JawaPos.com–Pendaftaran penerimaan abdi dalem yang digelar secara terbuka oleh Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo Keraton Jogjakarta sampai 1 Maret sebagian besar diikuti kalangan muda.
”Ada yang masih semester satu kuliah. Mungkin itu yang paling muda,” kata Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Kridomardowo Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro seperti dilansir dari Antara di Kompleks Keraton Jogjakarta, Kamis (4/3).
Menurut Notonegoro, sebagai departemen yang mengurusi bidang seni pertunjukan di Keraton Jogjakarta, KHP Kridomardowo sedang membutuhkan tenaga baru berusia muda. Itu karena sebagian abdi dalem yang berusia tua serta memiliki penyakit penyerta telah diminta untuk tidak aktif terlebih dahulu.
”Abdi dalem yang muda-muda yang sehat jumlahnya terbatas, tinggal seperempatnya. Ini yang membuat kami membutuhkan tenaga segera,” kata KPH Notonegoro.
Ada empat golongan abdi dalem yang dibuka pada penerimaan kali ini. Yakni wiyaga (penabuh gamelan), pasindhen (penembang untuk perempuan), lebdaswara (penembang untuk laki-laki), dan musikan (korps musik yang bertugas memainkan alat musik barat di Keraton Jogjakarta).
Selama pembukaan penerimaan yang digelar sejak tiga pekan lalu hingga ditutup per 1 Maret, sebanyak 60 berkas pendaftar telah masuk.
”Sampai sekarang yang mendaftar 60. Diambil berapa nanti tergantung. Kalau 60 bagus semua kami punya tempat untuk menerima semuanya, tetapi kalau tidak bisa memenuhi persyaratan ya maaf kami tidak bisa menerima,” terang KPH Notonegoro.
Seleksi penerimaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, dilaksanakan secara virtual dengan menyeleksi video yang dikirim peserta. Tahap ini sudah selesai dan tinggal menunggu keputusan panitia. Untuk tahap kedua akan dilaksanakan penilaian secara langsung oleh tim dari KHP Kridhomardowo di Keraton Jogjakarta.
Ketua Panitia Penerimaan Abdi Dalem Kridhomardowo M.B. Brongtomadyo mengatakan, dari 60 pendaftar yang berkas videonya telah diterima dan diseleksi, sebagian besar berusia 20 tahun sampai 35 tahun. Mereka terdiri atas 23 orang pendaftar untuk golongan Wiyaga, 10 orang pendaftar lebdaswara, 5 orang pendaftar pasindhen, dan 23 orang pendaftar abdi dalem musikan.
”Masih muda-muda mayoritas sekitar usia 20 tahunan,” kata Brongtomadyo.
Meski demikian, dia mengakui, jumlah pendaftar yang masuk masih jauh dari target yang dibutuhkan Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo yakni sebanyak 100 sampai 150 orang abdi dalem baru.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=wzVnKbfBMwY

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
