
Ilustrasi pembangunan puskesmas di Kabupaten Sidoarjo
JawaPos.com–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menutup sementara pelayanan kesehatan di Puskesmas Gajahan, Jalan Veteran No.46 Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Senin (28/12). Penutupan itu karena ada salah satu karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.
Sejak pagi (28/12), pintu gerbang Puskesmas Gajahan ditutup rapat dan ada papan pengumuman di depan pintu ditulis Puskesmas Gajahan ditutup, pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas Sangkrah dan Jayengan.
Menurut Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih, Puskesmas Gajahan untuk sementara ditutup tidak melayani masyarakat. Sebab, salah satu karyawan yang meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.
”Kami mendapat laporan salah satu karyawan Puskesmas Gajahan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, pada Minggu (27/12) dan karyawan itu dikabarkan meninggal dunia pada sore harinya,” kata Siti Wahyuningsih seperti dilansir dari Antara.
Sitimengatakan, setelah mendapatkan laporan ada karyawan Puskesmas Gajahan yang terkonfirmasi positif, pihaknya langsung melakukan penelusuran dengan melakukan tes usap kepada 35 karyawan lain guna mendeteksi dini yang melakukan kontak erat.
”Satu karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia itu, bagian administrasi atau tenaga pendaftaran di Puskesmas Gajahan,” terang Siti.
Karyawan tersebut dirawat di rumah sakit sejak 21 Desember dan informasi terkonfirmasi positif pada Minggu (27/12) dan sore harinya dikabarkan meninggal dunia.
”Kami lakukan penelusuran 35 karyawan Puskesmas Gajahan dengan tes usap dan menunggu hasilnya keluar sehingga puskesmas segera dibuka kembali melakukan pelayanan seperti biasa,” kata Siti.
Selain itu, Puskesmas Gajahan telah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan dan bagian luar gedung.
Berdasar perkembangan data Covid-19 di Kota Surakarta, hingga Minggu (27/12), jumlah akumulasi terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.493 kasus. Sebanyak 224 masih dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri 1.109 orang, dinyatakan sembuh 2.925 orang, dan meninggal dunia 235 orang.
Sementara itu, kapasitas RSUD Bung Karno Solo untuk pasien Covid-19 hampir penuh seiring dengan penambahan jumlah kasus yang terus terjadi. ”Saat ini, ketersediaan di RS Bung Karno sudah mencapai 3/4 dari kemampuan,” kata Direktur RSUD Bung Karno Kota Surakarta Wahyu Indianto.
Dia mengatakan, secara total kapasitas ruang isolasi maksimal untuk 58 pasien. Meski demikian, pihaknya menyediakan ruangan khusus lain yang mampu menampung 10–12 pasien.
Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, lanjut Wahyu Indianto, dengan gejala ringan hingga sedang. Sedangkan untuk pasien dengan gejala berat langsung dirujuk ke RS Moewardi.
Mengenai asal pasien, Wahyu Indianto mengatakan, pihaknya tidak membedakan pasien dari dalam maupun luar Kota Solo. Namun, sejauh ini mayoritas pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bung Karno berasal dari Kota Solo.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vp6UKis92EI

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
