
Photo
JawaPos.com - Pemimpin Kota Medan memiliki pekerjaan rumah (PR) cukup besar pada lima tahun mendatang. Siapa pun wali kota dan wakil wali kotanya, mereka harus bisa mendatangkan para investor ke ibu kota Sumatera Utara (Sumut) itu.
Menurut Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Pratomo, menjelaskan situasi investasi di Kota Medan sejak 2016. Hampir lima tahun para pemodal semakin enggan masuk ke Medan untuk mengembangkan usaha.
Wahyu menilai kota yang selama lima tahun terakhir dipimpin Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution tergolong tidak ramah terhadap iklim investasi. Incremental capital-output ratio (ICOR) menjadi tolok ukurnya.
Secara sederhana, ICOR adalah indikator yang menunjukkan besaran modal untuk menghasilkan satu output. Misal ICOR=5, maka perlu Rp 5 juta untuk 1 output/barang. Kalau ICOR=7, itu artinya perlu investasi Rp 7 juta untuk satu output. Makin besar ICOR, maka semakin tidak efisien.
"Makin tinggi ICOR satu kota, maka pengusaha akan keluar lebih banyak modal untuk jajaki sebuah usaha. Investasi itu kan adalah jumlah uang yang dibelanjakan oleh pengusaha," kata Wahyu kepada wartawan di Medan, Sabtu (21/11).
Berdasar data 2019, ICOR kota Medan sudah mencapai 7,2. Dibandingkan dengan kota lainnya, seperti Bandung (5,0), Surabaya (5,1); dan Makasar (6,0).
"Dan, kota-kota lain itu cenderung turun ICOR-nya. Artinya, pemerintah masing-masing sudah semakin baik mengelola kotanya," tambah Wahyu.
Baca juga: Investor Soroti Debat Pilpres AS, Harga Emas Dunia Terbebani
Ironisnya, imbuh Wahyu, di Medan indeks ICOR malah semakin tinggi. "Medan tahun 2016 itu sekitar 6,50 dan terus naik sampai 2019. Harusnya yang ideal itu di angka 4.0 hingga 5,0," lanjut Wahyu.
Dia menjelaskan langkah untuk menurunkan indeks ICOR agar investor mau berinvestasi di Kota Medan. "Cara menurunkan ICOR itu sudah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah lain. Misalnya mempermudah perizinan, tidak ada lagi biaya-biaya pungli, sarana-prasarana yang diperlukan pelaku usaha terpenuhi," kata Wahyu.
"Mal perizinan, atau mal pelayanan publik yang bakal dibangun Bobby Nasution salah satunya untuk mengurangi biaya perizinan kan?" lanjut Wahyu.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0zDJ_44LoSo
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022