Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 November 2019 | 01.16 WIB

Berita Negatif Media AS Tak Pengaruhi Kunjungan Turis ke Bali dan NTT

Pulau Komodo akan ditutup untuk turis, efektif mulai tahun 2020. Penutupan akan dilakukan satu tahun dengan tujuan melindungi komodo dan merehabilitasi habitat mereka. (Pixabay) - Image

Pulau Komodo akan ditutup untuk turis, efektif mulai tahun 2020. Penutupan akan dilakukan satu tahun dengan tujuan melindungi komodo dan merehabilitasi habitat mereka. (Pixabay)

JawaPos.com - Masuknya Pulau Komodo dalam daftar kawasan wisata yang tak layak dikunjungi wisatawan pada 2020 oleh salah satu media traveling di Amerika Serikat (AS) tak akan memengaruhi kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dikatakan pengamat ekonomi dari Universitas Kristen Kupang, NTT, Fritz Fanggidae.

"Pemberitaan media daring itu tidak akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke NTT. Kecuali ada satu gerakan besar yang ingin memboikot kawasan wisata Pulau Komodo," katanya di Kupang, Jumat (22/11).

Pernyataan Fritz tersebut sekaligus untuk merespons situs tentang informasi perjalanan dan wisata asal Amerika Serikat, Fodor's. Situs itu menyebutkan bahwa Pulau Komodo dan Bali menjadi lokasi tujuan wisata yang tak disarankan pada 2020.

Khusus Pulau Komodo, Fodor's Travel mengamati pulau itu sebagai destinasi dengan harga wisata yang terlalu murah, dan patut menaikkan pajak turis untuk kelestarian hewan langka komodo. Menurut Fritz, penilaian soal pariwisata tidak tergantung pada situs Fodor's tersebut karena banyak wisatawan sudah lebih pintar dan bisa memilih sendiri ke mana mereka akan berwisata.

Fritz pun menilai bahwa refrensi soal pariwisata itu bukanlah terhadap media yang dibaca, tetapi lebih pada informasi pribadi yang bisa diperoleh dari media sosial atau sejenisnya. "Informasi pariwisata kita (NTT) jauh lebih baik dari informasi yang diberikan oleh media daring asal Amerika Serikat tersebut," tutur Fritz.

Dia menambahkan, pemberitaan yang disampaikan situs daring dari AS tersebut juga merupakan bagian dari dinamika pasar yang harus dihadapi. "Jadi tidak usah berpikir bahwa secara sistematis akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke daerah ini," tambah dia.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari International Fund for Agricultural Development (IFAD), James Adam menilai bahwa langkah yang paling tepat adalah menyiapkan spot lain di dalam kawasan Taman Nasional Komodo sebagai pengganti dari pemberitaan terkait Pulau Komodo itu.

Menurut dia, jika Pulau Komodo tidak menjadi referensi, maka ada kawasan wisata lain yang bisa menjadi lokasi melihat komodo di kawasan Taman Nasional Komodo itu.

Lokasi-lokasi tertentu yang disiapkan pemerintah ini, penting agar wisatawan dari berbagai latar belakang bisa berkunjung ke Taman Nasional, walaupun hanya bisa melihat alam di Labuan Bajo pada titik-titik tertentu.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore