Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2019 | 21.49 WIB

Diskon MRT Sampai 12 Mei, Tiket Berlangganan Menunggu Izin BI

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Moda Raya Terpadu (MRT), kini menjadi sarana transportasi yang mulai digandruingi masyarakat DKI Jakarta. Setelah 1 bulan lebih beroperasi, MRT mampu mengangkut penumpang rata-rata 80 ribu lebih perharinya.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin memberikan kabar gembira bagi pengguna MRT. Harga diskon 50 persen untuk tiket perjalan diperpanjang hingga 12 Mei 2019. Selanjutnya akan dikenakan tarif normal yaitu Rp 14 ribu untuk perjalanan dari stasiun Bundaran HI sampai stasiun Lebak Bulus.

"(Diskon) sampai tanggal 12 Mei. Setelah itu tarif normal," ujar Kamaluddin saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (3/5).

Namun, sampai saat ini, MRT baru bisa menggunakan tiket sekali jalan (single ticket). Belum ada tiket berlangganan seperti multitrip yang digunakan di commuter line. Hal itu, dikarenakan proses perizinan penggunaan kartu berlangganan masih berjalan di Bank Indonesia (BI).

"Iya karena masih proses perizinan BI sekarang, harapannya dalam beberapa bulan ke depan kami bisa dapatkan izinnya dari BI," terang Kamaluddin. PT MRT Jakarta sendiri memperkirakan proses perizinan bisa selesai sekitar 2-4 bulan mendatang.

Meski begitu, bagi penumpang pengguna jasa tiket perbankan sudah bisa digunakan. "Flash, Brizzi sudah berjalan sekarang, sudah bisa diterima," tambahnya.

Photo

MRT Jakarta terintegrasi mal di Blok M. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Penggunaan MRT sendiri bisa menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang enggan bermacet-macetan di jalan raya. Waktu tempuh yang dibutuhkan saja dari stasiun Bundaran HI sampai Lebak Bulus atau sebaliknya hanya sekitar 30 menit. Waktu yang cukup efisien daripada menempuh perjalanan dengan kendaraan pribadi yang bisa lebih lama, dengan jarak yang sama.

"Kecepatan kereta 60 KM/jam rata-rata, tapi maksimalnya bisa 100 KM/jam terutama di jalur layang," sambung Kamaluddin.

Sementara itu, Direktur Utama Moda Raya Terpadu (MRT), Wiliam Sabandar juga pernah mengatakan, mulai 1 Mei 2019 MRT yang dioperasikan sebanyak 16 kereta penuh. Jam operasi pun akan dibuka lebih awal, serta berakhir lebih lama. "Besok kita mulai beroprasi dari mulai jam 5 pagi sampai jam 24 malam, tidak lagi dari 05.30 samapi 10.30 malam," jelas Wiliam.

Photo

Hari pertama MRT beroperasi secara komersil. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Selang waktu keberangkatan (headway) juga mengalami perubahan. Pada pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 headway menjadi 5 menit antar kereta.

JawaPos.com juga berkesempatan membuktikan langsung efektifitas penggunaan MRT terutama setelah 1 bulan lebih berjalan. Terkait jarak tempuh terbukti hanya butuh 30 menit dari stasiun Bundaran HI sampai di stasiun Lebak Bulus.

Perjalanan dimulai pukul 10.24 WIB dari stasiun Bundaran HI. Pukul 10.54 WIB MRT sudah tiba di stasiun Lebak Bulus. Saat kembali perjalan justru 2 menit lebih cepat. MRT berjalan pukul 11.00 WIB, pukul 11.28 sudah tiba di stasiun Bundaran HI.

Soal tiket juga terbukti baru melayani ticket sekali jalan, yang bisa diisi ulang untuk perjalan selanjutnya. Untuk perjalanan Bunderan HI-Lebak Bulus harga tiket Rp 7 ribu karena masih mendapat diskon 50 persen. Namun untuk uang jaminan yang tersimpan di dalam kartu, penumpang dibebani Rp 15 ribu per kartunya. Uang tersebut bisa diambil kembali setelah selesai perjalan di stasiun tujuan, dan tiket dikembalikan ke petugas.

PT MRT menyediakan dua opsi pembelian kartu. Pertama dengan mengantri di loket manual. Atau melakukan pembelian tiket melalui mesin otomatis. Penggunaan mesin otomatis sendiri tidak sulit. Untuk langkah pertama penumpang hanya perlu memilih menu isi ulang atau beli tiket, kemudian menentukan stasiun tujuan dan diakhiri memasukan uang kertas atau logam senilai tarif perjalan.

Photo

Depo MRT Lebak Bulus

MRT sendiri saat ini melayani pemberhentian di 13 stasiun. Yakni, stasiun Lebak bulus, stasiun Fatmawati, stasiun Cipete Raya, stasiun Haji Nawi, stasiun Blok A, stasiun Blok M, stasiun ASEAN, stasiun Senayan, stasiun Istora Mandiri, stasiun Bendungan Hilir, stasiun Setiabudi Astra, stasiun Dukuh Atas BNI, dan stasiun Bundaran HI.

Sepanjang stasiun Bundaran HI hingga stasiun Senayan, jalur MRT berada di bawah tanah. Selanjutnya dari stasiun ASEAN hingga stasiun akhir Lebak Bulus MRT berada di jalur layang.

Jika kalian pernah menggunakan commuter line, maka menaiki MRT tidak berbeda jauh rasanya. Hanya saja, MRT keretanya lebih baru, sehingga terlihat lebih eksklusif. Penunjuk rute perjalan di dalam kereta pun sudah menggunakan digital.

PT MRT juga membuat angkutan massa ini ramah terhadap kaum disabilitas. Mereka menyiapkan lift khusus di setiap stasiun untuk memudahkan mereka menaiki MRT.

MRT juga terintegrasi dengan sejumlah mode transportasi lain. Seperti di stasiun Dukuh Atas BNI, penumpang bisa langsung berpindah angkutan menggunakan Transjakarta maupun commuter line. Bahkan di masa mendatang akan terhubung pula dengan LRT yang masih dalam tahap pembangunan.

Sedangkan di stasiun Blok M, penumpang bida terhubung langsung dengan terminal bus dalam kota maupun halte Transjakarta Blok M. Di stasiun Lebak Bulus juga terhubung dengan halte Transjakarta.

Photo

Photo

Photo

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore