Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 April 2019 | 23.45 WIB

Prabowo Subianto Sebut Banyak BUMN Dirampok

UNTUK PAHLAWAN: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (dua dari kanan) bersama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (kiri), Direktur Rumah Khusus Yusniewati, dan Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur Sultan Sidik Nasution melihat rumah khu - Image

UNTUK PAHLAWAN: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (dua dari kanan) bersama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (kiri), Direktur Rumah Khusus Yusniewati, dan Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur Sultan Sidik Nasution melihat rumah khu

JawaPos.com - Capres 02 Prabowo Subianto menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini sedang dirampok. Meski sudah banyak temuan, namun tak ada tindak lanjutnya.

Hal itu diungkapkannya pada pidato kebangsaan di depan ribuan pendukungnya di Stadion Kridosono Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Senin (8/4). "Saya muak dengan ulah elite yang jahat di Jakarta itu, selalu bohong kepada rakyat. BUMN-BUMN kebanggaan kita, milik rakyat, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok, Saudara-Saudara sekalian," tukas Prabowo yang disambut dengan keriuhan dukungan para peserta yang hadir.

Temuan sudah ribuan yang ada di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prabowo mengatakan sudah ada ribuan temuan. "Bung, buktinya adalah ada di BPK. BPK mengumumkan ada belasan ribu temuan, tidak ada tindak lanjut. Mana buktinya? (Bukti) Ndasmu," katanya.

Photo

Kampanye akbar Prabowo di SUGBK, Minggu (7/4). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Prabowo sendiri mengawal pidato kebangsaan yang digelar itu dengan mengutip kalimat dari salah seorang pendiri bangsa, Soekarno. Yakni ketika berpidato di depan pengadilan Belanda pada 1930 silam. “Pergerakan pemberontak dan lain sebagainya lahir bukan karena hasutan kaum intelektual. Pergerakan akhir adalah alamiah karena penderitaan rakyat yang tak tertahankan," kata Prabowo.

Dikatakan pula saat ini negara sedang sakit. Ketidakadilan telah terjadi sangat parah di negeri ini. "Segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta bangsa Indonesia. Negara kita sedang sakit, ibu Pertiwi sedang diperkosa, dan hak rakyat sedang diinjak-injak segelintir orang yang seenaknya saja merusak negeri ini," ujarnya.

Ia juga menyebut, para pejabat saat ini sedang rusak. Gubernur, bupati seharusnya melayani rakyat tapi yang terjadi sebaliknya. "Banyak yang lupa. Gubernur, bupati harus melayani rakyat, bukan ngancam rakyat, ngancam kepala desa," ucapnya.

Prabowo menutup pidato kebangsaannya dengan menyapa para pendukungnya dari Kabupaten Gunungkidul, DIJ. Belasan orang sengaja datang ke lokasi kampanye terbuka itu dengan berjalan kaki.

Photo

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore