
MOHON AMPUN: Bambang Susanto memohon ampun ke Indrawati dan keluarga di Mapolrestabes Semarang, Jumat (1/3).
JawaPos.com - Setahun lebih masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron, Bambang Susanto, 56, sopir truk tersangka kecelakaan di tanjakan Hanoman, Kota Semarang, akhirnya diringkus, Jumat (1/3). Warga Depok, Jawa Barat itu diamankan saat berada di rumah kosnya, Kebumen, Jawa Tengah.
Bambang sendiri adalah sopir truk kontainer bernopol B 9832 FXS yang hilang kendali dan menabrak tiga sepeda motor di depannya, 30 Januari 2018 silam, tepatnya di lampu merah depan Samsat Kota Semarang III. Kejadian ini sebenarnya tak menimbulkan korban jiwa.
Namun, dua korban di antaranya, ibu dan anak, Indrawati, 52, Oky Yudi Satriyo, 8, warga Sidorejo RT 3 RW 3 Tambangan Mijen, Mahantoro Mario, 52, warga Bukit Bringin Timur, Ngaliyan, harus diamputasi. Sang ibu harus kehilangan kaki kanannya, sementara Oky, kehilangan keduanya.
Baik pihak korban dan pelaku, hari ini dipertemukan di Mapolrestabes Semarang. Bambang, saat melihat kondisi Indrawati dan Oky, tiba-tiba langsung menangis. "Maafin saya pak saya nggak tahu pak. Saya kalut," kata Bambang seraya menghampiri Oky yang digendong ayahnya, Wahyu Dwiyono.
Namun, Oky tak bergeming. Dia hanya terus memeluk sang Ayah sambil sekali-dua kali melihat paras Bambang. Merasa tak direspons oleh Oky, pelaku lantas bersimpuh di depan Indrawati untuk memohon ampun dengan posisi kedua tangan masih terborgol.
Indrawati pun menjawab dengan suara separuh bergetar. Raut wajahnya berubah semi tegang saat ia menceritakan bagaimana dirinya tak bisa bekerja seperti semula.
Indrawati, menurut info yang dihimpun, dia sebelumnya bekerja sebagai penjaja jajanan keliling di kompleks Balai Kota Semarang. Datang dari satu ruang ke ruang lainnya. "Salahku opo pak? Aku wis mandeg neng mburi lampu merah mbok tabrak pak!," katanya.
Indrawati merespons lagi, ia berkisah bahwa tak hanya kehidupannya yang berubah usai kecelakaan itu. Anaknya, Oky, katanya, sekarang hanya bisa menghabiskan waktunya di rumah. Padahal, sebelum ini, siswa kelas III SD itu merupakan anak yang benar-benar aktif.
"Di rumah terus hanya bisa main hape. Anaknya pintar, prihatin. Kalau diajak saya jualan nggak pernah rewel, dia tahu ibunya kerjanya begini," kata Indrawati.
"Saya kalut, saya nggak mikir akan begini. Rem (truk) saya blong, saya lari. Saya mikir istri saya baru melahirkan di Kebumen," kata Bambang lagi.
"Sampeyan ojo alesan rem blong, pak. Nek sampeyan niat tanggung jawab kudune ora sampai ngrepoti pak Polisi ngoyak tekan Kebumen. Kudune wani menyerahkan diri," sahut Wahyu seakan kurang terima dengan alasan Bambang.
Diketahui kemudian, Bambang sendiri memiliki tiga orang istri dan enam orang anak. Istri yang baru melahirkan, adalah istri ketiganya yang di Kebumen.
Sesungguhnya, Wahyu pribadi mengaku memaafkan perbuatan Bambang. Hanya saja ia menyayangkan mengapa Bambang malah memilih kabur usai kejadian. "Saya berharap petugas bisa memberikan hukuman setimpal ke dia," tutur Wahyu.
Sementara, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, pihaknya menangkap Bambang di indekosnya, Kebumen bersama istri ketiganya. Penangkapan bermula dari informasi warga disusul koordinasi dengan jajaran Polsek Ambal.
"Tersangka kami amankan sekitar pukul 20.00 WIB saat sedang memancing," kata Kasatlantas yang turut membeberkan, bahwa selama pelarian, tersangka ini menghidupi diri dan keluarga dengan menjadi sopir bus.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
