
Ilustrasi
JawaPos.com - Ekspor komoditi karet yang sempat menjadi unggulan teratas, kini tersingkir oleh komoditi pulp atau bahan baku kertas. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Sumsel, ekspor komoditi pulp paling teratas, disusul oleh ekspor komoditi karet dan ketiga ditempati ekspor batubara.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Yustianus mengatakan berdasarkan data di bulan November tahun 2017, ekspor pulp senilai 557.008 Juta USD dan volumenya 1.001.740.000 kilogram.
Lalu di November 2018 naik, nilai ekpornya menjadi 999.039 juta USD dan volumenya 1.498.176.000 kilogram.
"Ini data yang tercatat year to year di bulan November," katanya saat dihubungi, Jumat (8/2).
Untuk ekspor karet ditahun 2017 pada bulan November yakni senilai 1.345 triliun USD dan volumenya 758.490.535 kilogram. Sedangkan di tahun 2018 dibulan yang sama menurun menjadi 888.246 Juta USD dengan volume 629.710.943 kilogram.
Kemudian untuk batubara di bulan November 2017 nilai ekspornya 512.091 Juta USD dengan volume 9.838.977.008 kilogram. Sedangkan, di tahun 2018 dibulan yang sama naik menjadi 850.611 Juta USD nilai ekspornya dan volumenya naik menjadi 15.505.512.177 kilogram.
"Dari data tersebut dapat terlihat jika komoditi pulp itu paling tinggi nilai ekspornya dibandingkan komoditi unggulan lainnya," terangnya.
Ia mengakui jika komoditi pulp ini memang terus mengalami peningkatan. Berbeda halnya dengan komoditi karet yang kini tengah menurun. Karena, anjloknya harga karet sehingga pasokan karet pun berkurang karena petani mulai beralih ke tanaman lainnya seperti Palawija dan lain sebagainya.
"Perusahaan pulp yang ada di Sumsel sendiri itu banyak salah satunya Sinarmas dan banyak lainnya," ujarnya.
Untuk ekspornya sendiri, jika komoditi pulp kebanyakan ke Cina dan India. Sedangkan, komoditi karet ke Amerika, Cina dan India. Tapi, ada juga yang ke Vietnam, Thailand, Filipina. Bahkan, jepang.
"Kami harap harga karet kembali melonjak sehingga kembali bersaing dengan komoditi pulp," harapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
