
Ruang tengah Rumah Abu Han di Jalan Karet No. 72 Surabaya. Tahun ini, Pemkot Surabaya bakal memfungsikan bangunan tersebut sebagai museum.
JawaPos.com- Rumah Abu Han Boei Ko di Jalan Karet nomor 72 Surabaya punya nilai historis yang tinggi. Tahun ini, bangunan yang punya nama asli Rumah Sembahyang Keluarga Han Bwee Koo itu bakal dijadikan museum oleh pemkot.
Meski sudah sedikit berubah, kondisi bangunan itu tidak berbeda jauh saat keluarga Han membangunnya pada 1876 silam. Bedanya tampak pada bagian depan. Ada dua pilar bercat putih, satu pintu besar di tengah dengan pagar besi yang terpasang menempel di depan pintu kayu berornamen naga.
Ada juga pagar setinggi sekitar setengah meter dari dua pilar tersebut. Beberapa hiasan lampion warna merah dan satu bola lampu tergantung di langit-langit terasnya.
Sisanya, masih asli khas Tiongkok. Antara lain, dua jendela bundar terbuat dari batu berornamen naga khas Tiongkok di sisi kiri dan kanan teras rumah. Pintu depan rumah itu juga masih asli.
Pengunjung yang datang akan langusung masuk ke ruang tengah. Denahnya seperti aula yang membentang sejauh lebih dari 5 meter. Ada dua kamar dan satu kamar di sisi kiri dan kanan bagian depan aula.
Beberapa barang seperti meja zaman VOC, gambar pohon atau silsilah keluarga Han, dan sertifikat hak yang diterbitkan Pemerintah Kota Surabaya pada era 70an masih terpampang di tembok kamar. Ada juga lukisan Han Bwee Koo, generasi ke-6 keluarga Han yang tiba di kota Lasem pada 1673.
Pengelola Rumah Sembayang Keluarga Han Bwee Koo, Hubert Putra Han mengatakan, leluhurnya sering menggunakan kamar-kamar itu untuk menggelar rapat keluarga. Namun seiring berjalannya waktu, hanya ruang tengah yang lebih sering dipakai.
"Rumah ini dulu jadi tempat kumpul keluarga Han. Tapi, hanya saat tertentu. Misalnya, saat perayaan hari besar Imlek atau Ceng Beng (perayaan Qing Ming)," kara Hubert kepada JawaPos.com, Selasa (5/2).
Sedangkan di ruang tengah, banyak berjajar kursi dan pilar besi di belakangnya. Pilar besi tersebut tergolong unik. Ornamen khas Eropa menghiasi pilar tersebut.
Menurut penuturan Hubert, leluhurnya sengaja mengimpor semua pilar tersebut dari Glasgow, Skotlandia. Entah apa alasannya, yang jelas pilar tersebut simbol perpaduan tiga gaya arsitektur bangunan. Yakni Jawa, Eropa, dan Tiongkok.
Selain pilar, arsitektur bergaya Eropa juga tampak pada rupa langit-langit di ruang altar para leluhur. Ornamen bunga pada langit-langit khas Eropa begitu kentara.
Kemudian cita rasa budaya terlihat pada rumbai atap yang menjulur di antara pilar-pilar itu. Bentuknya memanjang ke bawah, berujung runcing, dengan lubang di tengahnya. Rumbai atap khas rumah pendopo Jawa.
Sedangkan, sisa desain interiornya adalah khas Tiongkok. Terutama ruang altar sembahyang dengan sekitar 146 hingga 164 papan nisan para leluhur keluarga Han. Mulai hiasan ornamen tanaman rambat yang terbuat dari kayu Jati yang mengitari kusen dinding, hingga meja sembayang di tengah ruang altar.
"Jadi rumah ini menganut tiga budaya. Jawa, Tiongkok, dan Eropa. Karena dahulu kita dijajah Belanda," tuturnya.
Namun, nasib bangunan itu seperti hanya sekadar ada. Hubert mengatakan, banyak keturunan keluarga Han yang enggan mengurus bangunan tersebut. Mayoritas dari mereka ingin menjual rumah tersebut. "Keluarga nggak mau mengurus rumah abu ini. Jadi ya, hanya untuk sembahyang saja. Selain itu, kadang juga kami menerima kunjungan mahasiswa yang ingin belajar," kata pria dari generasi ke-7 keluarga Han itu.
Beruntung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya berencana akan mengfungsikan rumah itu menjadi museum. Hubert mengaku setuju dengan keputusan itu. Setidaknya, rumah tersebut tetap ada dan terurus dengan baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022