
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat dijumpai usai sebuah acara di Gedung Serbaguna Komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Senin (4/2).
JawaPos.com - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono membeberkan dugaan motif di balik aksi pembakaran kendaraan bermotor yang selama ini meneror sejumlah daerah di wilayahnya. Intinya, tak ada kaitannya dengan persoalan ekonomi maupun dendam.
Hal itu disampaikannya saat acara 'Antisipasi dan Deteksi Dini Serta Penanganan Gangguan Kamtibumtranmas Melalui Pengamanan Swakarsa Masyarakat Bersama Pemerintah, TNI, dan, Polri' di Gedung Serbaguna Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Senin (4/2).
Mulanya, Kapolda menyebutkan bahwa kasus ini semua bermula di Kabupaten Kendal. "Tapi di Kendal nggak nendang. Nggak membuat rasa viral lah. Kemudian masuk Semarang lewat kawasan yang berbatasan dengan Kendal, yaitu kecamatan Ngaliyan," katanya.
Begitu masuk Kota Semarang, mulai dievaluasi secara mendalam. Dilakukan oleh jajaran intel. "Wadirintel melihat, beberapa kejadian tidak ada motif ekonomi," sambungnya.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) disusul evaluasi tadi, kata Condro, tidak didapati ada barang milik korban yang hilang. Selain itu, lanjutnya, melalui pemeriksaan terhadap korbannya, semua mengaku tak memiliki masalah dengan orang lain.
"Tidak ada motif ekonomi, tidak ada motif dendam pribadi, sehingga kita simpulkan ini upaya menciptakan situasi supaya ada keresahan di tengah masyarakat," ucap Mantan Kakorlantas Polri ini.
Sehingga, kata Condro, semua paling tidak sudah cukup jelas apa yang harus dilakukan untuk merespons segala kejadian ini. Tidak dalam bentuk rasa kekhawatiran dan keresahan, melainkan evaluasi serta introspeksi mengapa sampai terjadi peristiwa macam ini.
"Maka kita semua sebagai aparat keamanan, Polri, TNI, dan pemerintah daerah, bagaimana kita itu bisa mewujudkan rasa aman dan tentram. Itu sudah diatur dalam aturan masing-masing. Seperti pada Polri tugas undang-undang nomor 2 tahun 2002 ada itu," tegasnya.
Semisal, Condro mencontohkan, melalui adanya patroli yang diintensifkan pada jam-jam maraknya kejadian pembakaran ini. Sebagaimana dirinya dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji sebutkan sebelumnya, berlangsung antara pukul 02.00-05.00 WIB.
"Seperti di Kendal, sudah saya perintahkan pada jam itu kendaraan patroli tidak ada yang di Polsek. Semua harus di luar (patroli). Tidak hanya poltabes saja, ini semua untuk kabupaten/kota. Saya sudah sampaikan ke semua Kapolres," tegasnya.
Untuk mendukung pengungkapan yang selama ini terhambat karena salah satunya minimnya keterangan saksi, maka ia sepakat rekomendasi dari Kapolrestabes Semarang guna menghidupkan lagi siskamling. Tinggal kemudian diimplementasikan oleh para lurah, camat, dan sebagainya. "Itu di-mapping. Karena merekalah yang paling mengerti kawasan mereka," tandasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
