
Ilustrasi pencabulan terhadap anak
JawaPos.com - Malang benar dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), murid salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya. Putri 13 tahun itu dicabuli pamannya sendiri sampai hamil dan melahirkan. Kasus tersebut pun menjadi perhatian Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Pontianak.
Direktur YNDN Pontianak, Devi Tiomana mengungkapkan, kasus asusila yang dialami bocah di bawah umur itu terjadi Desember 2018. Pelaku pencabulan sudah diproses pihak Polres Mempawah.
"Korban masih berstatus pelajar aktif dan sekarang duduk di kelas 6 SD, di salah satu sekolah di Kecamatan Batu Ampar," katanya seperti dikutip Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (29/1).
Guru korban lah yang membongkar kehamilan anak malang tersebut. Sebab secara kasat mata, fisik korban sudah tak normal. Perutnya bengkak. Seperti orang hamil. "Lalu, sang guru mengintrogasi korban. Dan membawa korban ke Pos Polisi terdekat di Kecamatan Batu Ampar itu," terangnya.
Awalnya, korban tertutup. Karena itu, guru dan polisi memutuskan membawa korban ke Puskesmas. Untuk diperiksa perutnya. "Setelah diperiksa, ternyata anak ini sudah hamil 8 bulan," jelasnya.
Dari situ mulai terkuak. Korban membuka semuanya. Kepada gurunya dan polisi korban mengaku telah dicabuli pamannya sendiri. "Sekarang korban sudah melahirkan. Bayinya selamat dan sehat," bebernya tanpa menjelaskan kapan Bunga melahirkan.
Untuk dapat melahirkan, Bunga membutuhkan perjuangan berat. Ia harus berada di meja operasi. Melalui operasi cesar, Bunga melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,6 kg dan panjang 46 cm.
Devi memastikan, YNDN akan mengawal kasus tersebut. Korban akan diberi pendampingan khusus. Supaya tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Agar punya masa depan. "Penangannya tidak boleh terburu-buru. Korban harus diberikan pemulihan psikis dan fisik," jelasnya.
Proses pendampingan korban akan dilakukan secara menyeluruh. Apalagi korban harus dipersiapkan untuk menjalani persidangan nanti. Masalah anak yang dilahirkan juga akan dibicarakan dengan kerabat Bunga. “Siapa yang berkenan memeliharanya. Kan gitu," ucapnya.
Devi mengatakan, perbuatan pelaku jelas kejahatan seksual luar biasa. Karena itu, dia berharap pelaku diadili seberat-beratnya. Apalagi pelaku adalah paman korban sendiri.
Harusnya sang paman bisa melindungi korban. Namun sebaliknya, sang paman korban justru menjadi predator yang sangat kejam.
"Korban ini dikuasai oleh pamanya. Pelaku punya kekuatan untuk mengendalikan korban. Sehingga bisa dicabulinya," tutur Devi.
Terkait kasus tersebut, ternyata Ketua KPAID Kubu Raya, Diah Savitri mengaku belum mendapat laporan. Dia hanya mendapat informasi dari berita online hari ini (kemarin, Red). Kendati demikian, dia mengutuk keras perbuatan bejat pelaku.
"Yang jelas, jika berita itu benar, tentu sangat miris bagi kami. Apalagi pelaku orang dekat korban. Saya akan cari informasi ini," singkat Diah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022