
KULIT KAYU. Dinding SD Jarak Jauh di Dusun Keluas Meniba, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh Barat yang terbuat dari kayu dan beberapa keping papan. Foto diambil 2017 lalu.
JawaPos.com - Kondisi sekolah memprihatinkan juga tampak di SDN 27 Desa Batu Buil Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. Namun, sekolah ini lebih baik dari SDN 45 Tatai. Karena lantai dan dindingnya papan. Namun atas sekolah banyak bocor.
Kepala SDN 27 Batu Buil, Joni menjelaskan, sekolah tersebut dibangun di lahan pribadinya seluas 2100 meter persegi. Tanpa ada ganti rugi dan sebagainya. Kemudian dinding papan dibangun pakai uang pribadinya. Ukurannya 15 x 7 ia buat 4 petak. Termasuk dengan kantornya.
"Kemudian satu lagi saya bangun 4 x 6, yang kini atapnya sudah bocor. Jumlah ruangan ruang yang saya bangun ada 5," katanya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (23/1).
Dia menjelaskan, selama ini proses belajar mengajar di SDN 27 Batu Buil berjalan lancar. Terdapat sekitar 80 murid. Terdiri dari kelas 1 sampai 6. Baru satu bangunan yang dibantu pemerintah. Ukuran 8 x 9 meter.
"Jadi, yang saya bangun itu digunakan anak kelas 1, 3, 4 dan 6. Anak kelas 2 dan 5 menggunakan bangunan yang dibangun pemerintah," paparnya.
Joni mengatakan, pihaknya setiap tahun mengusulkan rehabilitasi bangunan menggunakan data Dapodik. Namun belum juga terealisasi.
Padahal kondisi bangunan sekolah tersebut sudah sangat memprihatinkan. Lantai papan banyak jebol dan atap bocor.
"Kami sudah mengusulkan menggunakan dapodik setiap tahun, tapi belum ada pembangunan," ucap Joni.
Terpisah, Kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono mengatakan, SDN 27 Batu Buil memang awal pendiriannya terdapat sedikit permasalahan. Selama ini atau sebelum berdiri SDN 27, anak-anak-anak di sekitar pabrik itu menempuh pendidikan di SDN Soyong.
"Sehingga waktu itu ada desakan untuk mendirikan gedung sekolah," jelasnya.
Pada waktu itu, pihaknya memang sangat selektif. Untuk dirikan SD harus memiliki lahan kosong minimal seluas 10 ribu meter persegi atau 1 hektare. Paling tidak ¾ hektare.
"Pada waktu itu yang diusulkan tanahnya sangat minim dan tidak memenuhi syarat, sehingga ada sedikit kendala sampai hari ini," tuturnya.
Padahal pada waktu itu kata dia, masyarakat berjanji akan menghibahkan tanah yang ada di sekitar SDN SDN 27 Batu Buil.
Agar dapat dibangun sekolah sesuai standar dan kriterianya harus dipenuhi. "Tapi sampai dengan hari ini menurut kami lahan yang tersedia itu sangat minim dan sulit untuk dikembangkan," jelasnya.
Kepada pihak perusahaan perkebunan atau masyarakat harus berupaya memperluas lahan untuk diserahkan kepada Disdikbud. Sehingga lahan sekolah tersebut dapat diurus menjadi milik Pemkab Melawi. Agar Disdikbud Melawi bisa mengembangkan sarana prasarana yang diperlukan SDN 27 Batu Buil.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
