
Harga tiket pesawat tujuan penerbangan domestik membuat sektor pariwisata jadi lesu.
JawaPos.com - Kenaikan harga tiket pesawat domestik yang terjadi belakangan ini menimbulkan efek domino. Para pelaku usaha perhotelan menjerit karena tingkat okupnasi menurun drastis. Pemerintah daerah pun terpaksa melakuan efesiensi. Sebab biaya perjalanan membengkak yang membuat APBD terkuras.
Direktur Operasi Platinum Hotel Indonesia Soegianto menyebut, imbas tiket mahal berdampak pada kunjungan wisata ke Kaltim. Penurunan itu dipicu oleh wisatawan dalam negeri lebih memilih berlibur ke luar negeri. Mereka keluar negeri karena biaya perjalanan lebih murah dibandingkan tiket pesawat domestik.
“Jumlah kunjungan sepi, tamu yang menginap berkurang. Bahkan perjalanan dinas, dulunya bisa 10 orang datang sekarang bisa saja lima orang saja. Ya, okupansi kita jelas turun. Saya pribadi sudah mulai merasakannya. Tamu yang datang atau rombongan tidak banyak,” jelas Soegianto sebagaimana diketuip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Soegianto yang juga ketua Badan Promosi Pariwisata Balikpapan itu menilai, jika kondisi ini dibiarkan, roda ekonomi di Kaltim bisa melambat lagi.
Gianto--begitu biasa Soegianto disapa, meminta maskapai menjelaskan alasan kenaikan harga tiket pesawat ini. Sebab, sepinya wisatawan berdampak terhadap industri pariwisata di daerah.
"Wajar ASITA merasa terusik dengan kondisi penerbangan kini. Tiket mahal dan bagasi harus bayar. Padahal, untuk menarik wisatawan ke Kaltim ini kawan-kawan ASITA tentu menawari paket yang murah. Kalau serba-mahal, mana mau datang ke sini,” sesalya.
Keluhsan senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid. Dia menuturkan, saat ini daya beli masyarakat Kaltim yang belum pulih. Kini malah ditekan lagi dengan mahalnya harga tiket pesawat.
Menurutnya, dampak kenaikan harga tiket pesawat yang drastis ini tidak hanya dialami sektor pariwisata. Melainkan juga menguras keuangan daerah. Pasalnya akan ada dampak terhadap biaya perjalanan dinas.
Sebelumnya Pemko Balikpapan menetapkan pagu perjalanan dinas sekitar Rp 3 jutaan untuk tiket pesawat tujuan Jakarta. Kini sudah mencapai Rp 4 jutaan. Ada penambahan biaya yang mencapai Rp 1 juta. Agar APBD tidak terkuras, maka harus ada efisiensi untuk perjalanan dinas. “Apalagi sekarang keuangan pemda, di Kaltim khususnya, belum bisa dikatakan sehat,” ucapnya.
Untuk itu, Syukri Wahid meminta pihak maskapai menjelaskan komponen apa saja mengalami peningkatan biayanya sehingga berimbas pada harga tiket.
"Ini naik, tapi servis sama saja. Tidak ada peningkatan. Saya sudah merasakan harga mahal, layanan sama saja. Sebagai konsumen saya pribadi kecewa. Paling tidak ada evaluasi pelayanan, karena harga sudah tinggi. Makanya jangan heran banyak orang yang komplain,” tuturnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
