Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Desember 2018 | 22.55 WIB

Baru Dilantik, Bupati Bogor Ade Yasin Fokus Masalah Parung Panjang

Bupati Bogor Ade Yasin. (Siti Fatonah/Dok. JawaPos.com) - Image

Bupati Bogor Ade Yasin. (Siti Fatonah/Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin dan Iwan Setiawan resmi memimpin Pemerintah Kabupaten Bogor. Hal ini setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Minggu (30/12). Pemimpin baru ini akan fokus mencarikan solusi untuk persoalan jalur tambang Parung Panjang, Kabupaten Bogor.


Ade Yasin menyebut Parung Panjang ini sering bergejolak karena truk-truk besar pengangkut material tambang menggunakan atau melewati jalan umum tersebut. Sehingga aktivitas masyarakat semakin terganggu. Terlebih material tambang tercecer, dan debu yang terbawa angin. Bahkan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.


"Kemarin kita ada gejolak karena ada peraturan Bupati Tanggerang yang memberikan jam operasional. Ternyata dampaknya karena harus menunggu jam dibuka sehingga terjadi penumpukan dan masyarakat tidak bisa lewat," kata Ade Yasin di Gedung Sate Bandung, Minggu (30/12).


Menurutnya dengan adanya jam operasional, dikhawatirkan adanya keadaan yang emergency seperti adanya warga yang sakit yang menyebabkan tidak bisa lewat. Maka, sebagai pemimpin baru akan langkah awal yang terintegritas yakni pertemuan dengan Pemerintah Tangerang.


"Karena ini terintegrasi dengan Kabupaten Tanggerang, saya ingin ada pertemuan. Bisa disepakati bagaimana Parung panjang ini tidak menghambat lalu lintas dan kegiatan masyarakat," ujarnya.


Selain itu, pihaknya juga ingin ada sebuah solusi seperti jalan tambang. Namun jalan khusus ini membutuhkan biaya yang besar dan Pemkab Bogor agak berat jika mengandalkan dari APBD. Maka pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"Pihak Provinsi Jabar masih dibahas. Jadi solusinya, sambil (menunggu keputusan) barang kali ada yang berminat untuk menjalankan dari pihak swasta," tuturnya.


Sejauh ini, sudah ada kebutuhan untuk jalan yaitu dari Lebak Wangi-Parung Panjang sekitar 5 kilometer yang masuk ke tanah milik Perhutani, kemudian sepanjang 13,5 jalan masyarakat. Dalam proses realisasi pembangunana diperkirakan membutuhkan biaya sebanyak Rp 175 miliar.


"Untuk satu Parung Panjang dari Lebak Wangi hingga Parungpanjang dan keluar Tanggerang. Alternatif kedua keluarnya dari Lebak Banten, dan prioritas yang lewat Parung Panjang," tandasnya

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore