Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Desember 2018 | 22.35 WIB

Ridwan Kamil Masalah Parung Panjang Sama Seperti Citarum

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. - Image

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

JawaPos.com - Masalah jalur tambang Parung Panjang, Kabupaten Bogor harus segera menemukan solusi. Program penataan harus diprioritaskan karena merupakan masalah lama dan berdampak pada aktivitas masyarakat.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pada hakekatnya pembangunan ini harus diselesaikan secara berjenjang. Karena ini masalah daerah sehingga pemerintah terdekat yang lebih dulu mencarikan solusinya.


"Jadi juga bingung, selama ini Pemkab Bogor kok enggak maksimal dan sekarang karena Bupati baru (Ade Yasin) ya saya titipkan masalah Parung Panjang," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Minggu (30/12).


Bahkan pemimpin yang akrab disapa Kang Emil ini menyebut persoalan di Jawa Barat adalah Sungai Citarum sedangkan di Kabupaten Bogor adalah jalur tambang Parung Panjang yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Karena jalur tersebut merupakan jalan umum yang biasa dilalui masyarakat setempat.


"Kalau masalah Jabar itu citarum, kalau di sana (Bogor) itu Parung Panjang," ucapnya.


Ade Yasin bersama Iwan Setiawan selaku Bupati dan Wakil Bupati Kabuoaten Bogor yang baru saja dilantik di Gedung Sate Bandung, Minggu (30/12) diketahui sudah menghadap Kang Emil. Pasalnya pemimpin baru ini sudah memiliki solusi jangka pendek untuk jalur tambang Parung Panjang.


"Bu Ade sudah menghadap, Ada solusi jangka pendek secepatnya, mudah-mudahan setelah dilantik punya full power selesaikan masalah salah satunya saya titipkan Parung Panjang," ujarnya.


Sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah menyiapkan untuk jalan tambang. Namun hal itu harus ada survei terlebih dahulu. Yakni soal jual tanah dan lainnya, itu dikembalikan lagi kepada Pemkab Bogor.


"Kita tunggu dulu solusi Bupati sebagai pemilik wilayah," ucapnya.


Menurutnya, definisi tahun 2019 ada dua anggaran yaitu murni dan perubahan. Jika tidak ada pada anggaran murni, karena belum ada penlok dan survei sehingga belum bisa dianggarkan, tapi ada anggaran perubahan.


"Maka semester 1 dilakukan survei sehingga harganya jelas dan penganggaran jelas. Itu sudah diberikan komitmen," tuturnya.


Sebelumnya pun para pengusaha di Parung Panjang sudah dipanggil dan menghadap Gubernur Jabar beberapa waktu lalu. Dengan solusi adanya jalur sendiri untuk pertambangan.


"Kan sudah saya sampaikan solusi jangka panjangnya adalah membuat jalur sendiri, kalau jalur sendiri ada pembelian lahan, ada perencanaan, ada kontruksi, 3 proses ini tidak sesederhana yang diharapkan maka saya jawab seilmiah mungkin. Dan saya tidak bisa melanggar sesuatu yang sedang diproses," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore