Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 12.10 WIB

Waduh! Angin Kencang Hancurkan Fasilitas Wisata di Sampit

AMBRUK: Bangunan aula betang yang roboh dihantam angin kencang dengan kecepatan sekitar 35 knots, Minggu (23/12) sore. - Image

AMBRUK: Bangunan aula betang yang roboh dihantam angin kencang dengan kecepatan sekitar 35 knots, Minggu (23/12) sore.

JawaPos.com - Cuaca buruk melanda kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Angin kencang berkekuatan 35 knots, merobohkan aula betang di lokasi wisata tersebut, Minggu (23/12) sore. Tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.


Kepala Desa Ujung Pandaran Aswinnor mengatakan, angin kencang di sekitar pantai sudah terjadi sejak Sabtu (22/12) sore, saat air laut mulai pasang. Angin serupa kembali terjadi Minggu sore. Bahkan lebih kuat hingga merobohkan aula betang yang posisinya berhadapan dengan pantai tersebut.


"Angin kencang terjadi sekitar 30 menit. Namun, setelah kejadian, kondisinya sudah kembali normal," ujar Aswin dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Selasa (25/12).


Posisi aula betang tersebut berada di kawasan pantai yang terkena abrasi. Saat angin kencang terjadi, gelombang juga cukup tinggi meski tak sampai ke bangunan tersebut. Aula itu roboh juga karena faktor usia, sehingga tak kuat menahan terpaan angin.


"Saya sudah meminta masyarakat waspada. Sebab, saat ini memang sedang musim penghujan dan angin kencang," ujarnya.


Terpisah Kepala BMKG Stasiun Bandara H Asan Sampit Nur Setiawan mengatakan, apabila dilihat dari dampak kerusakan yang ditimbulkan, kekuatan angin diperkirakan 35 knots atau di atas 70 km per jam. Namun, dia memastikan angin itu bukan jenis puting beliung. Meski demikian, kondisi itu tetap harus diwaspadai.


"Dari data prakiraan angin, memang terlihat adanya simpul pertemuan angin di daerah konvergensi di selatan Kalimantan atau sekitar Teluk Sampit," jelas Nur.


Hingga 25 Desember 2018, lanjutnya, diperkirakan gelombang masih cukup tinggi disertai angin kencang. Hal itu patut diwaspadai, terutama bagi nelayan dan masyarakat pesisir pantai. Air laut juga akan sering pasang.


"Saya imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kondisi angin saat ini cukup membahayakan, terlebih jika bangunan yang sudah lapuk, akan mudah ambruk diterpa angin," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore