Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Desember 2018 | 20.10 WIB

Tragis dan Heroik, Tank TNI Tergelincir, 2 Meninggal Dunia

ILUSTRASI: Para pelajar berpose di tank leopard yang dipamerkan di Koarmatim, Surabaya beberapa waktu lalu. - Image

ILUSTRASI: Para pelajar berpose di tank leopard yang dipamerkan di Koarmatim, Surabaya beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Secuil kisah tragis nan heroik terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Maret silam. Dimana saat satu unit tank jenis M113 milik TNI-AD yang membawa rombongan PAUD dan TK tergelincir hingga tenggelam di Sungai Bogowonto.


Dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa ini. Masing-masing seorang Kepala Sekolah PAUD Ananda bernama Iswandari yang semasa hidupnya dikenal memiliki jiwa sosial tinggi. Dan seorang anggota personel TNI AD, yakni Pratu Randi Suryadi.


Peristiwa nahas ini sendiri terjadi pada 10 Maret 2018 silam, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat enam unit tank Batalyon Infanteri Mekanis 412 Divisi Infanteri 2/Kostrad yang terbagi dalam dua kloter mengangkut sejumlah siswa PAUD dan TK Sindurjan saat kegiatan outbound.


Setelah sejumlah rangkaian acara, keenam tank tadi akhirnya mencoba melintasi Sungai Bogowonto. Tiga tank pada kloter pertama berhasil menyeberang, namun pada kloter kedua, satu unit tank tiba-tiba tergelincir dan kehilangan keseimbangan, sehingga tenggelam ke dalam air.


Tank yang tenggelam tersebut diketahui mengangkut lima anggota personel TNI dan 17 orang lain yang terdiri atas 16 siswa dan satu guru. Ada Pratu Randi dan Iswandari yang menjadi penumpangnya.


Pratu Randi sendiri gugur setelah berjuang menyelamatkan para murid. Ia diduga kelelahan setelah mati-matian mengangkat para murid PAUD di dalam tank yang terperosok, ke atas permukaan air. Ia pun pada akhirnya ikut terseret arus sungai. Dan dinyatakan meninggal saat dibawa ke RSUD setempat.


Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya dalam keterangan resminya menuturkan, penyebab tenggelamnya kendaraan tempur tersebut karena terperosok saat melintasi dataran sungai berpasir. Karakteristik dataran itu membuat bagian dasar sungai tidak kokoh. Sehingga tidak kuat menopang beban dari tank yang ditumpangi 22 penumpang.


"Akibat kondisi dasar sungai yang tidak kokoh sehingga Ranpur (kendaraan tempur) miring, amblas dan terperosok," tulis Putra Widyawinaya dalam rilis resmi yang diterima JawaPos.com, Sabtu, 10 Maret 2018.


Korban Iswandari dimakamkan sehari setelah peristiwa ini berselang di TPU setempat. Sedangkan Pratu Randi dikebumikan di kampung halamannya, Sumedang, Jawa Barat.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore