
Ketua DPW PKB Jateng, Gus Yusuf
JawaPos.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, Muhammad Yusuf Chudlori tak ambil pusing soal rencana kepindahan markas pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ke Jateng. Menurutnya, langkah tersebut bakal menjadi usaha yang sia-sia.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid mengatakan rencana kepindahan markas BPN ke Jateng diikuti dengan bergesernya Sandi ke Magelang. Katanya Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan menyasar dan menyisir daerah sampai pelosok-pelosok. Atau tempat-tempat dimana elektabilitas Prabowo-Sandi masih rendah.
Atas adanya skema pergerakan itu, Yusuf Chudlori pun menanggapi separuh dingin. "Jadi gini, kalau Bang Sandi mau datang atau netap di Magelang, saya mengucapkan sugeng rawuh. Magelang itu hawanya sejuk, damai, kalau ingin berwisata. Tapi kalau ingin mengais ceruk politik, ya Bang Sandi harus tahu kalau Magelang sejak tahun 55 sampai pemilu hari ini adalah jelas basisnya nahdliyin," katanya, Rabu (19/12).
Menurutnya, nahdliyin di Magelang sudah sangat mengakar. Bahkan katanya, sampai ke tingkat kampung itu sudah satu gerakan. Sebagaimana diketahui PKB sendiri adalah sebuah partai yang lahir dari suara masyarakat Nahdatul Ulama (NU). Dan sebagaimana diketahui partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini kini tengah berada di kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Jadi kalau anda (Sandi) ingin berharap banyak di Pilpres lewat Magelang ya mohon maaf, akan sia-sia kalau tinggal di Magelang. Karena ada Kiai Ma'ruf simbol NU di Pak Jokowi (Joko Widodo). Jadi kalau mau wisata monggo, sugeng rawuh," katanya kalem.
Pria yang karib disapa Gus Yusuf itu menilai bagi rencana Prabowo-Sandi menang di Jateng adalah mustahil. Atau pun sekedar menggungguli perolehan suara Sudirman Said-Ida Fauziyah pada Pilgub Jateng 2018 lalu, yakni sebanyak 42 persen, ia anggap angan-angan belaka.
Lantaran, Sudirman Said yang kini menjabat sebagai Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, bisa meraih suara di luar perkiraan pada Pilgub lalu tak terlepas dari peran Ida Fauziyah. Ida yang kader PKB itu kini menjadi Ketua Umum Super Jokowi (Suara Perempuan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin).
"Faktor Mbak Ida sangat dominan di situ. Mbak Ida adalah orang lama, pergerakan kaum perempuan, muslimat, fatayat, Mbak Ida itu magnet tersendiri. Meskipun tanda kutip Pak Dirman (Sudirman) orang baru, Mbak Ida juga orang baru di Jawa Tengah. Tetapi dalam pergerakan, Mbak Ida itu orang lama," tegas Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang tersebut.
Intinya, pihaknya sudah sangat siap dengan manuver Prabowo-Sandi ke depan. Terpenting baginya saat ini adalah berkompetisi secara sehat saja. "Mari kita jaga demokrasi ini dengan cara-cara yang berakhlak lah. Kita siap berkompetisi untuk Jawa Tengah," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
