Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 November 2018 | 23.05 WIB

Setiap Jam, 3 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

LALU LINTAS: Talkshow Cegah Pelanggaran Lalu-Lintas di Auditorium MM UGM, Selasa (27/11). - Image

LALU LINTAS: Talkshow Cegah Pelanggaran Lalu-Lintas di Auditorium MM UGM, Selasa (27/11).

JawaPos.com - Setiap jam, sekitar 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Mayoritas disebabkan perilaku berkendara yang tidak menjaga keamanan dan keselamatan selama berada di jalan raya.


Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Suharto dalam Talkshow Cegah Pelanggaran Lalu Lintas di Auditorium MM UGM, Selasa (27/11).


Menurutnya, kecelakaan lalu lintas sekitar 78 persen disebabkan faktor perilaku, sementara sisanya soal sarana dan prasarana. "Setiap satu jam sekitar 3-4 orang meninggal dunia karena kecelakaan," katanya, Selasa (27/11).


Dari catatannya, setiap tahun sebanyak 30.569 korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Korban yang paling banyak meninggal dunia umumnya anak muda usia produktif 15-29 tahun.


Ia prihatin banyak anak muda yang menjadi korban akibat kecelakaan. Sebab mereka merupakan aset bangsa dan calon-calon pemimpin masa depan.


"Yang paling banyak terjadi di usia produktif, bisa jadi yang meninggal tadi calon pemimpin. Kita harus berkontribusi aktif menekan angka kecelakaan ini," katanya.


Lanjut Suharto, peran aktif orang tua juga diperlukan untuk menekan angka kecelakaan. Seperti dengan tidak mudah menyerahkan kendaraan roda 2 bagi anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) atau sekolah menengah pertama (SMP).


Anak-anak di usia tersebut riskan jadi korban kecelakaan karena minim wawasan soal keselamatan dan keamanan berlalu lintas. "Memberikan motor pada anak yang masih SMP sama saja menyiapkan kain kafan bagi anaknya," ucapnya.


Sementara itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIJ, Kombes Pol Latief Usman mengatakan, ada 7 faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Yakni berkendara dengan kecepatan tinggi dan pengendara masih di bawah umur.


Kemudian, melawan arus, penggunaan telepon genggam, tidak menggunakan helm, posisi mabuk, serta tidak menggunakan sabuk keselamatan. Ia menyebut, angka kecelakaan di DIJ pada 2016 lalu sebanyak 463 orang meninggal dunia. Lalu di 2017 turun menjadi 442 orang meningal dunia. "Hingga pertengahan November ini 373 orang meninggal dunia," katanya.


Pihaknya terus berusaha menekan angka kecelakaan lalu lintas di DIY. Salah satu upayanya usaha dengan menempatkan polantas di setiap TK dan sekolah pada saat jam berangkat sekolah.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore