
SURAT TERBUKA: Sutarto, warga Sukoharjo menunjukkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi agar dapat memberikan solusi terkait bau busuk yang keluar dari PT RUM, Selasa (20/11).
JawaPos.com - Akibat tidak tahan dengan bau yang keluar dari PT RUM, salah seorang warga Sukoharjo membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat terbuka yang kini ramai di media sosial itu, tertulis harapan dari warga Sukoharjo kepada Presiden Jokowi untuk menyelesaikan persoalan bau busuk
Sebab selain dirasa telah melakukan sejumlah upaya, mulai dari aksi demo hingga mengadu ke Bupati Sukoharjo, bau badeg yang keluar dari PT RUM tidak kunjung hilang. Bahkan sejumlah warga dikabarkan sempat dirawat di Rumah Sakit diduga akibat terlalu lama menghirup bau tersebut.
Warga yang membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo tersebut tidak lain adalah Sutarto. Kepada JawaPos.com, pria 53 tahun tersebut berharap ada solusi permanen untuk menghilangkan bau yang timbul dari PT RUM tersebut. Selain merasa terganggu terutama dari segi kesehatan, dirinya juga prihatin kasus tersebut tidak kunjung selesai.
"Meski ada yang dirawat, bahkan ada yang sampai dijebloskan ke penjara, tapi tidak kunjung selesai. Baunya masih menyengat. Karena itu saya membuat surat terbuka kepada Jokowi," ujarnya, Selasa (20/11).
Secara keseluruhan, dirinya tidak mempermasalahkan adanya PT RUM. Hanya saja, dirinya meminta agar warga Sukoharjo tidak lagi terganggu dengan bau menyengat yang keluar dari PT RUM tersebut. "Kalau perlu segera beroperasi gak papa, cuman yang menjadi persoalan adalah timbulny bau yang bacin. Mendapat udara yang sehat itu kan juga hak warga," imbuhnya.
Sutarto menambahkan, munculnya bau tidak enak seperti septic tank tersebut kembali parah sejak awal November. Biasanya, baunya timbul di saat malam hari. Bahkan menurut pengakuannya, radius tercium bau tidak enak tersebut hingga 15 kilometer dari keberadaan PT RUM di Kecamatan Nguter.
"Kita hanya mencoba mengetuk hati pemimpin. Karena berbagai upaya sudah kita lakukan. Ini keprihatinan kita bersama agar segera ada solusi," papar Warga Sanggrahan RT 03/06, Joho, Sukoharjo ini.
Lebih lanjut, Sutarto mengatakan surat terbuka yang dibuatnya tersebut tidak bermaksud mendeksreditkan pihak manapun. Tujuannya murni mencari solusi agar warga Sukoharjo tidak lagi terganggu dengan bau PT RUM. "Saya buatnya waktu itu malam hari, kalau tidak salah 7 November. Nanti kita tunggu saja reaksinya seperti apa," pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sri Wahyuni, 44. Warga Nguter ini menyampaikan bau yang keluar dari PT RUM semakin tidak karuan, campur aduk. "Dulu setelah didemo sempat vakum, tapi ini Oktober ke November baunya tambah macem-macem. Bikin nggliyeng, mual dan sesak nafas," katanya melalui WhatsApp, Selasa (20/11).
Dirinya menjelaskan, munculnya bau tersebut tidak tentu. Terkadang pagi, siang atau bahkan malam hari. Pihaknya berharap kepada pemangku kebijakan agar dapat menyelesaikan persoalan bau yang tidak sedap dari PT RUM tersebut. Terlebih sejumlah upaya telah dilakukan oleh warga.
"Baunya parah mas. Bikin sesak mual. Ini fakta bukan hoax. Silahkan dipantau di grup Sukoharjo Makmur, banyak yang protes," tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro menjelaskan pihaknya terus berupaya untuK menghilangkan bau tersebut. Namun tentunya membutuhkan proses. "Saya menyampaikan bahwa upaya terus menerus untuk menyempurnakan proses sehingga dicapai Zerro Defect terus dilakukan, kami menjamin tiap-tiap bagian harus bekerja secara sempurna," katanya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
