Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 November 2018 | 19.21 WIB

Sensasi Menikmati Pecel Ndeso Waduk Cengklik Boyolali

PECEL NDESO: Darni, 54, menyajikan pecel ndeso kepada pelanggannya. - Image

PECEL NDESO: Darni, 54, menyajikan pecel ndeso kepada pelanggannya.

JawaPos.com - Berwisata ke Waduk Cengklik, Boyolali tidak lengkap rasanya sebelum menikmati pecel ndeso. Kuliner khas ini bertempat di depan pintu masuk kawasan wisata tersebut.


Bagi yang belum tahu apa itu pecel ndeso, wajib untuk mencobanya. Sensasi nasi merah dengan berbagai campuran sayur, dan sambal pecel menjadikan pecel ndeso begitu menggoyang lidah. 


Kuliner ini menyajikan sejumlah sayuran. Seperti Ningkir, bayam, daun pepaya, jantung pisang dan tauge. Selain itu juga ada bongko, sembukan, bunga turi. Sayuran itu kemudian dipadukan dengan dua pilihan nasi. Ada nasi merah dan juga nasi putih.


Selain itu, penjualnya yakni Darni, 54, juga menyediakan dua jenis sambal. Yakni sambal wijen dan juga sambal kacang. Pembeli bisa memilih jenis nasi dan sambal sesuai dengan seleranya.


Pecel ndeso itu juga bisa dinikmati dengan sejumlah camilan pendamping. Ada tempe, tahu, kerupuk, belut goreng, wader goreng, berbagai sundukan daging ayam, dan yang lainnya. Tetapi, nasi pecel ndeso ini hanya bisa dinikmati setiap Minggu atau pas libur saja.


"Kalau hari biasa saya tidak jualan, karena biasanya pengunjungnya sepi," terang Darni kepada JawaPos.com, Minggu (18/11). 


Harga dari setiap pincuk nasi pecel ndeso lengkap sangat murah. Untuk pecel dengan nasi merah harganya hanya Rp 8.000 saja. Sedangkan untuk nasi putih harganya Rp 7.000 saja. Selain bisa menikmati lezatnya makanan tradisional pecel ndeso, pembeli juga bisa menikmati segarnya es kelapa muda atau teh hangat gula batu. Rindangnya pohon beringin di turut memberikan sensasi dalam menikmati lezatnya pecel ndeso.


Darni mengatakan, nasi pecel ndeso itu sudah aja sejak puluhan tahun silam. Dirinya hanya melanjutkan ibunya, Paini yang sudah berjualan kisaran tahun 80an. "Ibu saya sudah berjualan sejak harga satu pincuknya Rp 250 sampai sekarang," urainya.


Setiap berjualan, Darni biasa menyiapkan nasi merah sebanyak 20 kilogram. Sedangkan untuk nasi putihnya hanya 2 kilogram. Selama ini, para pelanggan lebih memilih untuk menyantap nasi merah. Sehingga, ia pun menyiapkan nasi merah lebih banyak. Sayangnya Darni enggan membeberkan berapa omzetnya setiap berjualan.


Nasi pecel ndeso bisa mulai dinikmati pukul 05.00 WIB sampai pasokan habis. "Ya kalau tidak habis ya paling dibawa pulang lagi," katanya.


Para pelanggan Darni tidak hanya dari wilayah Solo dan sekitarnya saja. Tetapi, ada juga dari beberapa kota yang datang untuk mencicipi nikmatnya pecel ndeso. Seperti Semarang, Jogja dan juga daerah lainnya. 


Salah seorang pelanggan, Fredi, 30, mengaku cukup menikmati sajian kuliner khas tersebut. Dibandingkan dengan kuliner masa kini, pecel ndeso tidak kalah enaknya. "Sangat enak dan ini sajian kuliner khas yang patut untuk dicoba," terangnya.


Hal yang sama disampaikan, Yani,35. Yani bahkan sudah cukup sering datang ke Waduk Cengklik hanya untuk menikmati kuliner tradisional tersebut. "Kuliner ini memang tradisional, tetapi rasanya tidak kalah dengan makanan modern. Cukup nikmat dan unik," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore