
DEMO: Puluhan ribu warga Boyolali turun ke jalan mendesak agar Prabowo Subianto meminta maaf terkait pidatonya baru-baru ini yang tengah viral di medsos, Minggu (4/11).
JawaPos.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengklaim belum menerima laporan aduan masyarakat soal ucapan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Menyusul perkataan pasangan Sandiaga Uno itu di Boyolali Selasa (30/10) lalu dan munculnya massa dalam besar yang mendemonya, Minggu (4/11) kemarin.
Sekedar informasi, Prabowo sempat memberikan pidatonya saat peresmian posko dirinya dan Sandiaga Uno di Boyolali. Namun belakangan pidato ini viral karena menyebut warga Boyolali tidak mampu masuk hotel berbintang, karena memiliki tampang bukan orang kaya.
Ucapan itulah yang kemudian oleh beberapa pihak dinilai telah menyakiti hati melecehkan dan merendahkan martabat warga masyarakat Boyolali. Namun, dari Polda Jateng mengatakan, belum ada laporan terkait hal ini. "Sampai saat ini, saya belum mendapat informasi tentang laporan yang dimaksud," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmadja, Senin (5/11).
Agus menerangkan, kepolisian baru bisa memproses pelanggaran secara hukum bila ada laporan atau aduan masyarakat ke Polda Jateng atau tingkat Polres yang ada di Kabupaten Boyolali sana. "Nanti kan harus dilihat apa yang dilaporkan. Masuk unsur pelanggaran hukum atau tidaknya," tegasnya.
Seperti diketahui, ucapan Prabowo yang diduga dipelintir tersebut juga berujung aksi ribuan Warga Boyolali yang turun ke jalanan pusat kota, Minggu (4/11) kemarin. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah spanduk dengan beragam tulisan aspirasi. Salah satu yang menonjol yakni desakan kepada Prabowo agar meminta maaf.
Pasca momen itu, kubu Prabowo-Sandi juga sudah menegaskan menolak untuk meminta maaf kepada warga Boyolali. Alasannya, isi pidato dianggap tak ada yang salah.
Bahkan, Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Provinsi Jateng, Sriyanto Saputro menyebut pidato Prabowo yang menjadi viral tersebut sudah dipelintir. Sehingga ada kesan bahwa, Mantan Danjen Kopassus itu melakukan pelecehan terhadap masyarakat Boyolali.
"Di video yang menjadi viral itu sudah dipelintir, karena sudah tidak utuh. Kalau dilihat secara utuh persepsinya tidak seperti itu," ungkapnya, Minggu (4/11) kemarin.
Kendati demikian, isi pidato Prabowo sendiri sebenarnya sebelumnya juga sudah dibawa ke ranah hukum. Hal ini menyusul adanya warga Boyolali, Dakun, 47, yang melaporkan mengenai perkataan mantan menantu Soeharto tersebut ke Polda Metro Jaya, pada Sabtu (3/11).
Berikut ini kutipan kalimat yang diucapkan oleh Prabowo Subianto dalam video berdurasi 58 detik yang viral di medsos:
Hotel-hotel mewah sebut saja hotel di dunia yang paling mahal ada di Jakarta, ada Ritz Charlton, ada Waldorf Astoria. Namanya saja kalian nggak bisa sebut, dan macam-macam itu semua. Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? (betul jawab peserta). Dan kalau masuk, mungkin kalian diusir. Mungkin tampang-tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian tampang Boyolali ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
