
Pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi bisa kerabat korban atau orang asing
JawaPos.com - Kasus pembunuhan di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bakasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) memasuki hari kedua. Namun hingga saat ini belum diketahui motif pelaku yang tega habisi satu keluarga tersebut.
Dalam peristiwa tersebut, Pakar Psikologi Forensik Pendidikan dan Latihan (Diklat) Mahkamah Agung Reza Indra Giri ada beberapa dugaan yang bisa mengarah ke pelaku. Pertama korban dan pelaku sudah saling mengenal. Hal tersebut diungkapnya karena dirinya melihat tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada akses masuk ke rumah yang dirusak pelaku.
"Tidak ada kerusakan, langsung disimpulkan bahwa pelaku dan korban sudah saling kenal. Masuk akal karena pelaku datang korban sudah tahu itu pelaku, lalu tidak punya prasangka buruk mempersilakan pelaku masuk," ungkap Reza Indra Giri pada wartawan, Rabu (14/11).
Dugaan lainnya yang muncul yakni mengarahkan pada orang asing yang masuk dengan leluasa. Hal itu dikarenakan kelalaian korban yang tidak menutup pintu dan sudah dalam kondisi tertidur.
"Saya berpikiran agak berbeda, ini kejadian katakan jam 2 atau 3 pagi intinya dini hari. Dan seorang saksi mengatakan bahwa dia lihat pintu tidak tertutup dan televisi dalam keadaan menyala, itu karena korban tertidur. Bisa kita bayangkan, pelaku yang paling asing sekalipun masuk ke dalam tidak harus melakukan pengerusakan," ujarnya.
"Karena pintu tidak tertutup dan korban sudah tertidur, jadi untuk apa bikin pengerusakan yang tidak perlu? Alhasil spekulasi bahwa korban dan pelaku saling kenal masuk akal, tapi belum bisa dinihilkan," tambah Reza Indra Giri.
Dalam analisisnya, Reza juga menuturkan jika ada indikasi bahwa pelaku pembunuhan sadis itu juga bisa dikaitkan dengan orang terdekat korban. "Sepertinya orang dekat. Tetapi untuk kepentingan investigasi teman-teman kepolisian bahwa pelaku adalah orang-orang asing, tetap perlu dibuka," tuturnya.
Sebagai informasi, jenazah keempat korban tragedi pembunuhan yaitu Diperum Nainggolan, 38; Maya Boru Ambarita, 37; Sarah Boru Nainggolan, 9; Arya Nainggolan, 7; sempat disemayamkan di Rumah Duka Gereja Laha Roi, Cijantung, Jakarta Timur. Keempat jenazah diterbangkan ke kampung halamannya di Samosir, Medan, Sumatera Utara.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
