JawaPos.com - Meski dengan datang ke psikolog dapat membantu Anda memahami diri sendiri, tapi beberapa aspek inti kepribadian dan fungsi emosional pribadi dapat diamati dan dipelajari sendiri tanpa bantuan ahli.
Dilansir JawaPos.com dari psychologytoday pada Kamis (23/4), berikut ini tiga hal tentang diri Anda yang dapat Anda pelajari sendiri tanpa harus datang ke psikolog.
1. Pengaturan Emosi
Ini mengacu pada bagaimana Anda mengidentifikasi, mengatur, kemudian mengatasi perasaan saat emosi Anda muncul. Penelitian menunjukkan kalau proses ini dinamis dari waktu ke waktu.
Sementara itu, sebuah studi tahun 2023 dari Emotion, orang-orang yang menerapkan pengaturan emosi dalam kehidupan sehari-hari cenderung melalui proses:
- Menyadari kapan perlu mengatur emosi.
- Memilih cara untuk mengatasinya, misal dengan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda atau menahan emosi itu sendiri.
- Mengubah perasaan secara bertahap hingga lebih terkendali.
Meski demikian, proses pengaturan emosi yang dilalui setiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu, perhatikan lebih dalam lagi respons emosional khas yang muncul setiap kali Anda stres, frustasi, atau menerima kritik dari orang lain. Dengan demikian, Anda dapat mengidentifikasi apakah Anda cenderung untuk:
- Mencoba melihat ulang situasi sulit dari sudut pandang berbeda yang lebih positif.
- Menahan atau memendam perasaan yang berdampak pada rasa percaya diri Anda di kemudian hari.
- Merenung atau memikirkan masalah berulang-ulang yang kenyataannya bisa memperburuk perasaan Anda.
Perhatian yang terstruktur bagaimana emosi Anda naik-turun sepanjang hari, Anda akan memeroleh wawasan tentang bagaimana gaya pengaturan emosi yang tepat untuk Anda.
2. Gaya Keterikatan Anda
Menurut penelitian, gaya keterikatan seseorang berkaitan erat dengan bagaimana mereka mengatur emosi. Ini berarti orang yang memiliki keterikatan yang baik umumnya mampu mengelola emosi dengan lebih seimbang.
Sebaliknya, orang dengan gaya keterikatan yang buruk cenderung menahan emosi atau bereaksi secara berlebihan saat mereka terancam secara emosional.
Jika Anda perhatikan, gaya keterikatan ini cukup mudah diamati dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam hubungan Anda dengan orang lain.
- Apakah Anda menjadi sangat kesal saat orang yang Anda cintai menjauh?
- Apakah Anda menarik diri untuk melindungi diri dari kekecewaan atau rasa sakit?
- Apakah Anda mencari kepastian atau penjelasan secara intensif, bahkan setelah konflik kecil?
Pola dari jawaban di atas tidak hanya menjadi kebiasaan biasa. Namun, sering kali mencerminkan cara Anda membangun hubungan dengan orang lain.
Dengan memahami pola-pola tersebut, Anda bisa lebih mengenal diri Anda sendiri. Khususnya tentang apa yang Anda harapkan dalam hubungan, apa yang mudah memicu emosi Anda, dan bagaimana Anda biasanya bereaksi dalam hubungan dekat.
3. Apa yang Menguras Energi dan Apa yang Memberi Anda Energi
Penelitian psikologis menunjukkan bahwa secara konsisten perilaku seseorang dari waktu ke waktu terkait apa yang mereka pilih untuk dilakukan, dihindari, atau dipertahankan mencerminkan kecenderungan motivasi dan emosional.
Misalnya saja membuat rencana atau mencoba melihat sisi positif dari suatu masalah yang berkaitan dengan rasa percaya diri dan sikap optimis lebih kuat.
Sebaliknya, terus-menerus memikirkan hal-hal buruk berulang kali berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah. Pola-pola ini dapat diamati melalui pengalaman dan refleksi dalam kehidupan Anda sehari-hari.
Sebuah studi yang dilakukan tahun 2025 dari Motivation and Emotion tentang dinamika pengaturan emosi harian mencatat, pengendalian diri dan pemilihan cara menghadapi masalah berbeda-beda tiap individu dan berubah dari waktu ke waktu.
Ini berarti, dengan memerhatikan kebiasaan harian, Anda dapat mengetahui pola pengaturan diri sendiri dan memahami bagaimana hal tersebut memengaruhi kebahagiaan serta produktivitas Anda.
Dengan refleksi konsisten tentang apa yang dapat meningkatkan suasana hati, memberi energi, atau melemahkan motivasi, Anda dapat mengetahui:
- Cara Anda mengelola emosi.
- Situasi seperti apa yang membantu atau menurunkan rasa percaya diri dan kestabilan emosi Anda.
- Jenis aktivitas yang membuat Anda lebih kuat secara mental.
Demikianlah tiga hal yang dapat Anda pelajari sendiri untuk memahami atau mengenal diri Anda. Ketiga hal tersebut muncul dari pengalaman hidup, kebiasaan merenung tentang diri sendiri, atau menulis jurnal dan buku harian secara rutin.***