Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 November 2018 | 16.53 WIB

Menengok Gereja Bergaya Neo-Gothik Peninggalan Belanda

Tampak depan bangunan Gereja Santa Perawan Maria, Kota Malang. - Image

Tampak depan bangunan Gereja Santa Perawan Maria, Kota Malang.

JawaPos.com - Beberapa gereja di Kota Malang memang terkenal melegenda dan wajib dikunjungi bagi para pencinta wisata sejarah (heritage). Salah satunya Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Lokasinya di Jalan Buring, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.


Gereja Santa Perawan Maria sangat mudah dijumpai. Karena lokasinya yang berada di pusat Kota Malang. Bahkan karena letaknya tepat di sudut jalan yang berdekatan dengan Jalan Idjen Boulevard, tidak sedikit yang menyebutnya dengan Gereja Idjen.


Letak strategis dan arsitekturnya yang bergaya Neo-Gothik Eropa, membuat gereja ini menjadi pusat perhatian bagi siapa pun yang melintasinya. Bahkan lokasi tersebut merupakan tempat favorit bagi para fotografer dan pengamat arsitektur karena keindangan struktur bangunannya.


Pegawai Sekretariat Paroki Markus Supriyanto mengatakan, Gereja Santa Perawan Maria dibangun saat zaman Belanda. Peletakan batu pertama dilakukan pada 11 Februari 1934. Gereja kemudian diresmikan pada 28 Oktober 1934.


Menurut Markus, pengerjaan Gereja Santa Perawan Maria terbilang singkat. "Pembangunan selama kurang lebih delapan bulan. Arsiteknya masih orang Belanda, yakni L Estourgie ," ujarnya.


Pada 1934, gereja diberi nama Pelindung Santa Theresia Kanak-kanak Yesus. Yakni, pelindung misi dalam gereja Katolik. Waktu itu gereja Katolik di Indonesia masih dianggap sebagai tanah misi. Artinya belum bisa berdiri sendiri baik secara finansial maupun tenaga.


Selanjutnya pada 1961, gereja Katolik sudah dianggap dewasa. Gereja mengalami perubahan serta pergantian nama pelindung. Yakni menjadi Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. "Sampai sekarang saya kira tidak akan mengalami perubahan lagi," imbuhnya.


Gereja Katolik ini memang merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda bersama dengan bangunan–bangunan lain yang terletak di Jalan Ijen. Selain dikenal dengan nama Gereja Ijen dan Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, tempat ibadah itu juga kerap disebut dengan Gereja Kathedral Malang.


Penyebutan Kathedral berasal dari letaknya yang berada di tengah–tengah kota dan menjadi Area Keuskupan Utama. Tidak sedikit yang menyebut Gereja Ijen sebagai salah satu kathedral terindah di Indonesia. "Ada yang mengatakan gereja ini terindah kedua setelah Katedral Jakarta," ungkapnya.


Gereja Ijen juga dikenal sebagai landmark Kota Malang dan merupakan salah satu bangunan yang elegan, cantik serta kokoh. Gereja bergaya Neo-Gothik. Hal itu terlihat dari langit-langit bangunan yang dibuat dari batu alam dan merupakan kesatuan konstruksi sebagai penyangga atap.


Ciri khas dari gaya Gothik adalah lengkungan yang bertemu melancip ke atas dan memberikan ekspresi ke atas yang sangat sesuai dengan bangunan ibadah. Yang paling menarik dari Gereja Ijen yakni arsitekturnya yang memukau.


Dua menara tinggi yang mengapit pintu masuk utama dan berhiaskan salib besar menjadikan gereja semakin bergaya Gothik. Di menara sisi kanan terdapat jam kuno berwarna coklat muda. "Jam itu sering dibunyikan saat-saat tertentu. Namun tidak bisa ke atas, karena sekarang sudah ditutup," terangnya.


Saat memasuki gedung, pengunjung akan disuguhkan dengan lukisan–lukisan yang berjajar rapi di dinding gereja. Lukisan–lukisan ini mengisahkan perjalanan Yesus Kristus serta Bunda Maria, disertai dengan keterangan berdasarkan kitab suci.


Lukisan tersebut berada di lorong-lorong di kanan-kiri gedung. Lorong ini pula yang membedakan Geraja Idjen dengan gereja lain. Beberapa patung berdiri di sejumlah titik ruang gereja. Salah satu yang paling memikat adalah patung Santa Theresia di dekat pintu masuk.


Patung itu terkesan sangat damai dengan membawa seikat bunga berwarna cerah dan salib. Di belakang gereja berdiri pula patung Bunda Maria sedang menggendong Yesus Kristus saat masih berusia balita. Patung dikelilingi tanaman–tanaman hias dan berbentuk seperti altar.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore