
ILUSTRASI: Kecelakaan maut kembali terjadi di Boyolali, tepatnya di ruas jalan Semarang-Solo, Sabtu (13/10) sore. Setidaknya 7 penumpang meninggal akibat kecelakaan tersebut.
JawaPos.com - Satu per satu fakta dalam kasus tabrakan maut yang terjadi di Boyolali, Jateng, Sabtu (13/10) mulai terungkap. Satlantas Polres Boyolali mendapati bahwa sopir bus pariwisata PO Mata Trans bernomor polisi AD 1417 DH yang dikemudikan Arif Hartanto, 46, memacu kendaraannya dengan sangat kencang.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah dilakukan diketahui bahwa saat kecelakaan terjadi, bus melaju dengan kecepatan mencapai 120 kilometer per jam.
Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer kepada JawaPos.com, Senin (15/10). Febriyani menambahkan, fakta tersebut diketahui saat petugas melakukan pengecekan pada speedometer bus yang menunjukkan angka 120 kilometer.
"Dari hasil pemeriksaan itu jarum speedometer itu menunjukkan angka 120, berarti kecepatan bus saat terjadi kecelakaan mencapai 120 kilometer per jam," ungkapnya.
Kecepatan tersebut, masih kata Febriyani jelas melanggar aturan yang ada di jalur Semarang-Solo tersebut. Di dekat lokasi kejadian sudah terdapat rambu lalu lintas yang menunjukkan bahwa batas kecepatan di jalur tersebut hanya 40 kilometer per jam saja. Sementara, Arif telah memacu bus yang tidak berpenumpang itu mencapai tiga kali dari kecepatan yang diperbolehkan.
"Jelas ini merupakan suatu kelalaian dari sopir karena memacu bus dengan sangat kencang. Di situ sudah ada rambu maksimal hanya 40 kilometer saja, sedangkan ini sampai 120 kilometer per jam," ucapnya.
Sementara itu, guna memastikan penyebab kecelakaan dan mengetahui kondisi bus, Satlantas pun meminta keterangan dari ahli dan Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022