
ILUSTRASI: Dinas Pertanian Kota Semarang memastikan tak ada sapi pemakan sampah yang dijualbelikan sebagai hewan kurban.
JawaPos.com - Dinas Pertanian Kota Semarang memastikan tak ada sapi pemakan sampah yang diperjualbelikan sebagai hewan kurban. 'Sapi sampah' ini sendiri sering ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, W.P. Rusdiana mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak ke sejumlah lapak penyedia hewan kurban di wilayahnya. Ia mengklaim, dari seluruh hewan yang diperiksa, tak satu pun ditemukan sapi yang berasal dari area TPA Jatibarang.
"Kalau di Semarang tidak ada sapi yang dijual mengonsumsi sampah. Karena sebelum dijual, sapi-sapi harus dikarantina selama tiga bulan kemudian dilakukan uji laboratorium dahulu agar lolos izin," kata Rusdiana, Senin (20/8).
Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat memperhatikan sekali kualitas sapi yang dijual sebagai hewan kurban. "Jika sapi diindikasikan tidak memenuhi syarat seperti tidak lolos uji laboratorium, mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan logam ya tidak kita loloskan dan tidak dapat izin jual," tegasnya.
Dalam hal ini, Rusdiana sendiri menyebut telah menerjunkan puluhan petugasnya di total 16 kecamatan. Mereka ditugasi untuk melakukan inspeksi atau pengecekan kualitas hewan kurban baik sapi maupun kambing yang dijual oleh para penyedia. Pemeriksaan telah berlangsung sejak dua pekan terakhir dan mulai intensif jelang hari raya Idul Adha atau Idul Kurban.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Muthohar memastikan bahwa yang dikatakan Rusdiana itu benar adanya. Ia sendiri, melalui jajarannya telah mengimbau kepada para pemilik sapi di kawasan Jatibarang untuk tak memberi makan hewan ternak masing-masing dengan sampah.
"Kami telah memperingatkan pemilik sapi yang ada di sekitaran TPA Jatibarang agar tidak melepasliarkan sapi-sapinya untuk mencari makan di tumpukan sampah," Muthohar.
Ia juga membenarkan bahwa daging sapi yang mengandung logam dan timbal apabila dikonsumsi manusia akan berdampak negatif bagi kesehatan. Muthohar mengaku ke depan, Dinas Lingkungan Hidup berencana mendirikan posko pengawasan. "Agar tidak ada lagi sapi yang masuk ke dalam lingkungan TPA dan mencari makan di area tumpukan sampah," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
