JawaPos Radar

Melirik Service Plus Hewan Kurban di Surabaya

17/08/2018, 17:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Hewan Kurban
Suyatno saat memijat sapi miliknya (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, peternak sapi banyak memberikan service kepada sapi-sapi yang akan disembelih. Layanan itu antara lain memijat dan meminumkan jamu tradisional.

Seperti yang dilakukan oleh seorang peternak di Jalan Sidorejo, Pakal, Surabaya, bernama Suyatno, 40. "Sapinya saya pijat dan dikasih jamu supaya nggak stres," ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (17/8).

Saat didatangi JawaPos.com di kandang yang diberi nama Rojo Koyo, sapi-sapi montok itu seperti ingin menunggu giliran untuk dipijat. Kedua tangan Suyatno begitu cekatan memijat mulai bagian kepala, leher, badan, hingga kaki sapi.

Suyatno mengatakan, sebelum sapi-sapinya dipijat, dia harus memastikan kandangnya bersih. Kotoran sapi harus dibersihkan. "Ya sama seperti manusia lah mas. Kalau bersih kan rasanya nyaman," imbuhnya.

Setelah semua bersih, Suyatno baru memijatnya. Selanjutnya, sapi-sapi miliknya dimandikan. Dia lantas meracik bahan-bahan jamu tradisional. Mulai kunyit, jahe, temulawak, dan telor ayam. "Diblender sampai halus. Ya kayak jus. Jamu ini biar staminanya bagus, tetap sehat sampai disembelih nanti," lanjut Suyatno.

Rutinitas memijat dan meminumkan sapi itu dilakukan Suyatno setiap pagi. Total dia mempunyai 16 sapi. "Treatment seperti ini biasanya saya lakukan empat bulan sebelum Hari Raya Idul Adha," tuturnya.

Treatment tersebut cukup berhasil untuk meningkatkan bobot sapi. Dia punya sapi limosin, sinental, hingga Brangus. Rata-rata sapi kurban miliknya memiliki bobot antar 500 hingga 800 kg. Lantaran bobotnya yang berat, sapi milik Suyatno itu laris manis dibeli. Harga satu sapi dipatok Rp 25 hingga 45 juta tergantung jenis dan bobotnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up