
Joko Widodo-KH. Ma
JawaPos.com - Sejak menjabat Presiden Indonesia, terhitung sudah lima kali Joko Widodo mengunjungi Sumatera Barat (Sumbar) hingga Mei 2018 lalu. Konon, ngebetnya Jokowi ke Ranah Minang didasari kekalahan telaknya saat Pilpres 2014 silam.
Sejumlah proyek infrastruktur pun diresmikan mantan Gubernur DKI itu. Mulai dari ground breaking tol Padang-Pekanbaru, peresmian Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hingga janjinya merevitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan.
Namun masih banyak warga Minang yang kurang simpatik terhadap Jokowi. Hal ini terlihat dari berbagai kicauan warga di media sosial (medsos) yang justru lebih mengunggulkan Prabowo Subianto.
Kendati demikian, pengamat politik Sumbar, Asrinaldi justru memiliki pandangan berbeda. Munurutnya, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar justru akan berdampak positif untuk mendongrak anjloknya perolehan suara Jokowi saat Pilpres 2014 silam. Apalagi, tidak sedikit program pembangunan infrastruktur yang 'dihalau' Jokowi ke Ranah Minang.
"Masyarakat Sumbar tentu punya pertimbangan dalam memilih Presiden dan Wapres. Memang, 2014 lalu, Jokowi mendapat dukungan rendah. Tapi, perhatian Jokowi akhir-akhir ini pada masyarakat Sumbar akan mempengaruhi pilihan masyarakat," terang Asrinaldi saat dimintai tanggapannya tentang sosok Jokowi kepada JawaPos.com, Jumat (10/8).
Begitu juga soal basis, Sumbar dikenal kental memiliki warga Muhammadiyah. Sedangkan sang Cawapres KH. Ma'ruf Amin yang diusung Jokowi adalah tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU).
"Yang dilihat masyarakat Sumbar tentunya Jokowinya. Walaupun Sumbar mayoritas Muhammadiyah, tapi high politic elite Muhammadiyah tidak mengarahkan anggotanya untuk memilih selain Jokowi," sebut doktor sekaligus pengajar politik di Universitas Andalas (Unand) itu.
Klaim Asrinaldi tentang Muhammadiyah juga tak sekedar isapan jempol. Buktinya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim Elha termasuk satu dari 21 nama yang tertera sebagai Dewan Penasehat Forum Komunikasi Relawan pemenangan Jokowi (FKRJ) Sumbar 2019 yang dikukuhkan Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8) lalu.
Shofwan Karim tak menampik, dirinya termasuk sebagai Dewan Penasehat FKRJ Sumbar 2019. Baginya, berbeda dukungan terhadap seorang kandidat Presiden bukan masalah fatal. Apalagi, Muhammadiyah bukan Lembaga Negara, bukan pula Partai Politik.
"Muhammadiyah gerakan keagamaan. Bebas menentukan pilihan untuk pemimpin. Ini jalan dakwah dan tidak akan mengganggu keutuhan Muhammadiyah," kata Shofwan Karim saat dihubungi JawaPos.com melalui telepon selulernya, Jumat (3/8).
Lebih jauh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) itu menerangkan, tidak ada larangan dalam SK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terhadap para kader yang ingin berjuang di politik. Mau jadi anggota Dewan, tim sukses dan sebagainya.
Prinsipnya, kata Syohwan, Muhammadiyah akan mendukung siapa saja kader yang hendak maju di jalur politik. "Mau maju dari partai manapun bebas, Muhammadiyah akan dukung dan sukseskan kadernya. Jangan ragu-ragu, Muhammadiyah dukung siapa saja yang mau maju ataupun mendukung siapa saja," terang Shofwan Karim Elha.
Seperti diketahui, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 23,08 persen suara pada Pilpres 2014 di Sumbar. Sedangkan, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa meraih 76,92 persen suara.
Dari rangkuman JawaPos.com, sejak dilantik menjadi orang nomor satu di Negeri ini, terhitung sudah lima kali Jokowi menginjakkan kaki di tanah Minang dengan beragam agenda. Pertama, Jokowi datang ke Sumbar sekaligus meninjau daerah Riau, Jambi yang terdampak kabut asap pada Oktober 2015 silam.
April 2016, Jokowi kembali ke Sumbar dengan agenda membuka Latihan Multilateral Angkatan Laut Komodo 2016. Juli di tahun itu juga (2016), Jokowi lagi-lagi ke Sumbar dengan agenda bagi-bagi sembako di Kota Padang. Jokowi juga hadir dalam tabligh akbar di kantor Gubernur Sumbar dan salat Idul Fitri 1437 H di Masjid Raya Sumbar, kala itu.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
