
Para anak didik kelas pramugari Kampung Tumo di Dusun Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).
JawaPos.com - Pembangunan Kampung Tumo yang terletak di Dusun Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) setidaknya menghabiskan biaya Rp 500 juta. Pengagas kampung tumo, Priyo Martono, 37, mengaku biaya tersebut bersumber dari uang pribadi serta patungan bersama rekanya.
"Kita mulai membangun Kampung Tumo sejak September 2017, namun secara resmi wisata edukasi ini didirikan awal Januari 2018. Konsepnya sama persis dengan kampung inggris di Pare, Kediri," kata Pria yang akrab dipanggil Kang Priyo itu, Sabtu (4/8).
Kang Priyo menuturkan, biaya ratusan juta yang dimanfaatkan untuk membangun kampung tumo di atas tanah seluas 2.996 meter persegi itu, berasal dari keuntungannya memiliki lembaga kursus Bahasa Inggris dan kursus Kepribadian di Pare, Kediri.
Selain itu, dirinya juga memperoleh uang dari teman-temannya termasuk sesama pramugara, yang kemudian diwujudkan berbagai bangunan dan juga tempat santai lainnya di lokasi tersebut. "Dalam proses pembangunan ini, saya bekerja sama dengan warga yang tanahnya seluas dua hektare, rencananya akan dimanfaatkan untuk lokasi camping ground," terang bapak tiga anak ini.
Dirinya juga, menggandeng warga setempat yang mau menyediakan homestay atau tempat tinggal sementara bagi para peserta kelas pramugari yang akan berlangsung selama tiga bulan. Ia menuturkan, hingga saat ini ada sejumlah rumah warga yang desain untuk tempat tinggal sementara oleh para peserta pendidikan.
"Banyak warga yang rela menjual sapi dan hutang uang di bank untuk merehab rumah yang akan digunakan homestay. Awalnya rumah warga biasa saja, namun sekarang dirombak seperti kos-kosan dan asrama" papar dia
Selain hal diatas, pihaknya juga telah nge-link Dinas Pariwisata untuk bersinergi bersama masyarakat setempat dalam mewujudkan kampung tumo sebagai tempat wisata edukasi dan wisata alam. "Jadi kita mencoba untuk saling terintegrasi," tandasnya.
Selain itu, pria yang juga pramugara aktif di salah satu maskapai internasional ini juga menggandeng warga untuk menyediakan makanan untuk dikonsumsi peserta sehari-hari. "Warga saya tawari untuk katering. Masing-masing, seminggu untuk memenuhi makanan bagi anak-anak disini," tutur Kang Priyo.
Tak hanya itu, untuk makin memberdayakan warga sekitar, ia tengah menyiapkan pembangunan camping ground yang sekiranya akan selesai dibangun di akhir Agustus mendatang. Ia berharap, nantinya camping ground ini akan menjadi jujugan para turis berwisata di sumur tua Teksas Wonocolo yang hanya berjarak 10 menit berkendara.
Sekedar informasi, lokasi Kampung Tumo sendiri, jika ditempuh dari Kota Bojonegoro, membutuhkan waktu sekitar satu jam, sedangkan dari Cepu, Jawa Tengah (Jateng) hanya sekitar 30 menit. Kawasan setempat masuk kawasan objek wisata The Little Teksas Wonocolo di Kecamatan Kedewan, yang masuk Geopark Nasional hamparan minyak bumi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
