
Menkes Nila Moeloek saat melalukan pemantauan langsung kampanye imunisasi campak Measles dan Rubella (MR) di MTS Negeri 1 Makassar, Jalan AP Pattarani, Rabu (1/8).
JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek melakukan peninjauan pelaksanaan kampanye imunisasi campak Measles dan Rubella (MR) di MTS Negeri 1 Makassar, Jalan AP Pattarani, Rabu (1/8).
Ratusan pelajar terlibat dalam proses injeksi imunisasi di sekolah ini. Kampanye imunisasi MR diselenggarakan secara serentak di 28 provinsi di luar pulau Jawa selama Agustus hingga September 2018.
Nila di sela-sela peninjauan mengungkapkan, proses injeksi campak MR ini penting dilalukan untuk membantu memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat. Untuk dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit kata Nila maka diperlukan cakupan imunisasi yang tinggi minimal 95 persen di seluruh tingkatan wilayah.
Dengan cakupan imunisasi MR yang tinggi, maka akan terbentuk kekebalan kelompok yakni situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu sehingga turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit.
"Campak itu bisa mengakibatkan kematian. Dan itu sudah terbukti dengan penyakit campak yang ada di tengah-tengah masyarakat. Apa lagi kalau daya tahan tubuh seseorang itu menjadi turun maka itu akan sangat berbahaya. Penyakit ini mengakibatkan kelainan-kelainan yang tidak bisa kita obat," kata Nila.
Apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat pun akan terkendali sehingga kelompok usia yang lebih dewasa pun ikut terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah. Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.
"Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella. Namun, kedua penyakit berbahaya tersebut dapat dicegah dengan imunisasi MR merupakan pencegahan terbaik serta pencegahan terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan kedua penyakit tersebut satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus," jelasnya.
Eliminasi penyakit Campak dan pengendalian penyakit Rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020 menjadi komitmen Indonesia dengan salah satu strateginya adalah melaksanakan kampanye imunisasi MR dan mengintegrasikannya ke dalam program imunisasi nasional.
Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama dua bulan pada dua fase. Fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September 2017 di seluruh wilayah pulau Jawa dan berhasil melampaui target cakupan nasional, sebesar 100,98 persen dengan jumlah anak yang mendapat kekebalan lebih dari 35,3 juta anak.
Sedangkan fase II dilaksanakan pada bulan yang sama di tahun ini. 395 kabupaten dan kota dan 6.369 puskesmas di 28 provinsi di luar pulau Jawa akan melaksanakan kampanye imunisasi MR yang menyasar kelompok paling rentan tertular penyakit campak dan rubella, yakni anak-anak berusia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Sebanyak 31,8 juta anak berkesempatan untuk mendapatkan kekebalan spesifik dari bahaya penyakit campak dan rubella.
Setelah masa kampanye berakhir, imunisasi MR akan masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak sesuai jadwal usia 9 bulan, 18 bulan dan anak sekolah kelas 1 SD sederajat.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
