
Ustad Abdul Somad
JawaPos.com - Sebuah surat berisi penolakan dakwah ustad kondang Abdul Somad di Kota Semarang beredar. Surat tersebut dibuat oleh Organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) Wilayah Jawa Tengah tertanggal 22 Juli 2018.
Pada surat tersebut, tertulis bahwa PGN menyatakan penolakannya terhadap kehadiran Abdul Somad dalam sebuah acara Tabligh Akbar di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan dan Majid Jatisari BSB, Mijen. Kedua acara tersebut masing-masing diadakan pada Senin hingga Selasa 30-31 Juli 2018 mendatang. Abdul Somad dihadirkan sebagai narasumber.
Adapun sejumlah alasan ditolaknya kehadiran Abdul Somad. Surat itu menyebut kedatangan sang ustad berpotensi menimbulkan keresahan. Sebagaimana disebutkan dalam edaran itu, pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara itu dianggap sebagai corong dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Surat itu juga menulis bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh gerakan radikal. Yang berpotensi mendongkel Dasar Negara Pancasila dengan ideologi khilafah. Edaran ini ditembuskan ke Pangdam IV Diponegoro, Kapolrestabes Semarang, PGN Pusat dan beberapa unsur lainnya.
Surat tersebut ditandatangani Panglima Tertinggi PGN Nuril Arifin Husein. Serta Ketua PGN Jawa Tengah, Mohammad Mustofa Mahendra.
Saat dikonfirmasi, Mustofa membenarkan bahwa surat tersebut dikeluarkan oleh pihaknya. Ia pun tak menampik alasan dibuatnya edaran itu lantaran tak terlepas dari latar belakang Abdul Somad sendiri sebagaimana ia sebutkan sebagai antek HTI.
"Somad itu kan HTI, kok masih diberi ruang. Yang namanya seseorang sudah menganut ideologi, ya tetap menganut ideologi itu. Walau mulutnya bilang sudah tobat. Buktinya napi teroris di Mako Brimob masih bisa membunuh," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (25/7).
Ia pun menyayangkan pihak penyelenggara acara yang lebih memilih mengundang Somad, ketimbang kiai-kiai kondang lain di Jawa Tengah. Macam Gus Yusuf, Habib Luthfi dan tokoh-tokoh NU lain.
Apalagi, Mustofa menyebut, pihaknya mendengar kabar akan adanya demo oleh sejumlah orang. Yang pada aktivitasnya salah satunya menyuarakan kebebasan ideologi Islam milik mereka.
"Ideologi Islam apa? Sudah jelas dasar negara kita itu Pancasila, dia mau bikin ideologi apa lagi? Kalau mau bikin ideologi itu kan berarti makar," tuturnya. Oleh karenanya, disebutkannya PGN tergerak memertahankan dan memersiapkan perlawanan.
"Bapak-bapak kepolisan dan tentara tadi sudah ketemu, intinya mereka tidak mau ada tabrakan. Tapi silahkan kalau mereka mau memaksa (mengadakan acara dan mendatangkan Somad) dia jual, kita beli. Bahkan kita borong se-pabrik-pabriknya," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022