Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juli 2018 | 19.35 WIB

Kawasan Kaki Gunung Sopotan, Penyangga Nasional Cabai dan Bawang Merah

Melimpahnya air menjadi salah satu faktor suburnya lahan di Kaki Gunung Soputan Minahasa. Pengembangan budidaya cabai dan bawang merah di sana cukup besar. - Image

Melimpahnya air menjadi salah satu faktor suburnya lahan di Kaki Gunung Soputan Minahasa. Pengembangan budidaya cabai dan bawang merah di sana cukup besar.

JawaPos.com - Minahasa, salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara memiliki sumber air melimpah, yang berasal dari Danau Tondano. Minahasa mempunyai potensi yang luar biasa untuk pengembangan cabai dan bawang merah, khusunya di Wilayah kaki Gunung Sopotan.


Pasalnya, hamparan tanah yang subur di kabupaten ini mendukung untuk pengembangan tanaman hortikultura tersebut. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, mempermudah Kabupaten Minahasa memasok cabai dan bawang merah ke Kota Manado dan sekitarnya sehingga kebutuhan cabai dan bawang merah untuk masyarakat Sulut dapat terpenuhi dari hasil lokal.


Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling mengatakan bahwa Sulawesi Utara sangat prosfektif dalam pengembangan kawasan hortikultura.


Kawasan MODASI yang meliputi Kecamatan Mondoinding (minsel), Modayag (Bolaang Mongondow Timur) Passi (Bolaang Mongondow) bisa mencapai 12.000 hektar. Selain itu, kawasan lainnya yang potensial adalah Kawasan kaki Gunung Soputan seluas 500 ha meliputi Kecamatan Tompaso Barat dan Langoan Barat.


"Dengan potensi yang dimiliki oleh Sulawesi Utara ini, kami siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura khususnya menjaga stabilisasi pasokan aneka cabai dan bawang merah serta siap menyukseskan swasembada bawang putih 2021 seperti yang diamanahkan oleh Bapak Menteri Pertanian," ujar Novly melalui siaran tertulisnya, Minggu (8/7).


Menurut Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Elke bahwa produksi aneka cabai pada tahun 2016 mencapai 3.382 ton dan meningkat 25% pada tahun 2017 menjadi 4.229 ton.


Sementara Luas panen aneka cabai pada tahun 2017 sebesar 535 hektar. Pada bulan April 2018, ketersediaan aneka cabai di Minahasa mencapai 190 ton, sedangkan pada bulan Mei 76 ton. “Kondisi ini mampu menyuplai cabai sebesar 20% dari jumlah produksi aneka cabai di Sulawesi Utara.


"Ini menandakan bahwa Minahasa secara umum telah mampu memenuhi kebutuhan cabai lokal bahkan bisa menjadi penyangga wilayah Sulawesi Utara”, ungkapnya.


Sementara untuk bawang merah, sepanjang tahun 2017 tercatat produksi bawang merah di Minahasa sebesar 1.698 ton. Luas panennya sebesar 263 hektar, meningkat 5,62% dari tahun sebelumnya.


“Minahasa merupakan produsen bawang merah terbesar di Sulawesi Utara. Produksinya tahun 2017 menyumbang 59% dari produksi bawang merah Sulawesi Utara. Varietas yang dominan ditanam oleh petani kami adalah Super Philips dan Batu Ijo. Ini potensi yang sangat besar, harus terus didukung untuk dikembangkan”, tutur Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Minahasa," ungkapnya.


Adapun Kementerian Pertanian ikut berperan serta dalam pengembangan cabai dan bawang merah di Minahasa melalui alokasi dana APBN.


Menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto, alokasi APBN di Kabupaten Minahasa pada 3 tahun terakhir yaitu untuk cabai rawit 190 hektar dan bawang merah 255 hektar. Selain di Kabupaten Minahasa, dana APBN pada 3 tahun terakhir juga dialokasikan di Kota Tomohon yaitu untuk cabai rawit 110 Ha dan Cabai besar 60 Ha.


“Kami berharap dengan adanya sentuhan APBN mampu mendorong pengembangan kawasan cabai dan bawang merah sehingga Minahasa mampu menjadi penyangga cabai dan bawang merah di Sulawesi Utara”, jelasnya.


Dengan melimpahnya produksi cabai dan bawang merah di Minahasa, membuat harga kedua komoditas yang sering menyebabkan inflasi tersebut tetap aman dan stabil. Terpantau pada tanggal 6 Juli 2018, harga cabai merah keriting di tingkat petani sebesar Rp 20 ribu per kilogram, sama dengan harga bawang merah yang juga sebesar Rp 20 ribu per kilogram.


Salah satu petani cabai dan bawang merah di Minahasa mengungkapkan, ketersediaan cabai dan bawang merah di Minahasa Selatan tercukupi. Bahkan pada saat Idul Fitri lalu, harga cabai dan bawang merah tetap stabil tidak mengalami kenaikan. H-1 lebaran, harga cabai merah keriting berada pada Rp 15 ribu, sedangkan harga bawang merah tetap stabil Rp 20 ribu.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore