
Kawasan Pasar Baroe Jakarta Pusat.
JawaPos.com - Kondisi Passer Baroe atau yang dikenal Pasar Baru ternyata tidak seperti sekarang. Menjadi Pusat perbelanjaan sejak 1820, Pasar Baru diketahui ramai pengunjung bahkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk diketahui, Pasar Baru mulanya dibangun untuk melengkapi dua pasar besar sebelumnya, yaitu Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Menurut informasi, kedua Pasar tersebut dibangun pada 1730-an.
Salah satu pedagang kaca mata, Bahri, 60 mengakui sudah berjualan sejak 1988 di Pasar Baru. Dirinya menyadari perubahan signifikan dalam penjualannya adalah sepinya pengunjung dibandingkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.
"Dulu itu ramai, sekarang sepi. Dulu kan nggak ada pertokoan modern dan mall gitu kan sekarang sudah banyak jadi orang juga sudah tidak terlalu tertarik belanja kemari," jelas Bahri saat ditemui JawaPos.com, di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).
Dirinya menyatakan pertama kali berjualan di Pasar Baru, dirinya selalu kebanjiran pengunjung baik dari masyarakat lokal maupun daerah. Bahkan, sebelum jaman Reformasi dirinya mengakui tidak bisa berjualan di siang hari karena kawasan dijaga ketat oleh Koramil.
"Dagangnya malam saja dulu, toko doang yang boleh karena dijaga Koramil bolehnya masuk jam 19.00 malam, ini bisa kesini dagang sejak reformasilah sekarang juga sifatnya kucing-kucingan," jelas pria yang berdomisili di Cawang, Jakarta Selatan ini.
Hal yang sama juga dirasakan pedagang uang kuno, Sofyat, 79. Dia menjelaskan banyak perbedaan selama dia berjualan di Pasar Baru baik dari pengunjung maupun pedagang yang selalu berganti-ganti.
"Tempatnya dulu nggak kayak begini, pendek-pendek dulu sekarang mah banyak bangunan baru. Ada sih Toko Kompak itu yang lama itu tingkat satu-satunya dulu peninggalan Belanda," jelasnya.
Menurutnya, dahulu orang dari berbagai daerah selalu ke Pasar Baru untuk membeli keperluan dan perlengkapan bergaya. Bahkan tidak hanya daerah, Pasar Baru menjadi primadona para turis berbelanja murah meriah.
"Sekarang di daerah banyak bangunan mall di daerah juga, jadi pasti mereka mending ke Mall daripada ongkos kesini. Anak muda emang banyak sih kesini kalau main-main doang tapi," tutur pria renta ini.
Sebelum zaman Reformasi, sekitar tahun 1970 dirinya menjual uang Dolar. Setelah itu, ia pun beralih menjual Rupiah kuno yang biasanya dicari untuk koleksi bahkan mahar kawin untuk menikah.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, kawasan ini memang sepi oleh pengunjung. Para pedagang pun terlihat kesulitan dalam memikat para pengunjung membeli dagangannya. Namun, tidak dipungkiri wisatawan asing masih mendatangi kawasan ini untuk melihat betapa uniknya bangunan tersebut.
"Kesini saya sama keluarga iseng aja, lihat-lihat barang kalau ada yang cocok. Sekalian foto-foto di depan yang bangunan besar itu. Kekuranganya barangnya disini kurang modern aja sih, kalau mau menarik pengunjung harus update dong," tutur Sani, 53 salah satu pengunjung asal Kemayoran.
Seiring berkembangnya zaman menjadi modern, Pasar Baru pun semakin sepi peminat. Namun, walaupun begitu Pasar Baru masih memikat hati para wisatawan, untuk sekedar berfoto dibalik bangunan bersejarahnya ataupun berbelanja.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
