
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Didid Widjanardi, (tengah) dalam agenda pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus narkoba jenis sabu seberat 1,622 ton
JawaPos.com - Pihak Kepolisian melakukan pelimpahan tersangka kasus penyelundupan 1,622 ton sabu beserta barang buktinya, Kamis (22/6). Pelimpahan tersebut dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.
Dalam kesempatan ini, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Didid Widjanardi; Kajari Batam, Dir IV Bareskrim Mabes Polri, Jampidum dan pejabat lainnnya.
Kapolda Riau Irjen Didid mengatakan, pelimpahan ini dilakukan untuk melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku penyelundupan 1,622 ton sabu. Dimana sebelumnya, pihak Kepolisian telah melengkapi berkas kasus tersebut.
"Adapun identitas keempat tersangka yaitu, Chen Hui, 42, WNA asal China sebagai Kapten kapal yang membawa barang haram ini; Chen Yi, 32, WNA China yang tinggal di Provinsi Fujien Kecamatan Fu Zhen, Desa San Pien, No. 39. Selanjutnya adalah Chen Mei Seng, 69, nelayan asal Provinsi Fujien Kecamatan Fu Zhen, Desa San Pien, No. 52 dan terakhir Yao Yin, 63, nelayan asal Provinsi Fujien, Kecamatan Fu Zhen, Desa San Pien No. 37," jelasnya.
Selain keempat tersangka, turut sert dilimpahkan barang bukti berupa, dua gram brutto sabu untuk pembuktian perkara dipersidangan; satu unit Kapal Laut MV Min Lian Yu Yun 61870; empat Unit Alat Navigasi Kapal; satu unit telepon satelit dan satu unit auto pilot Kapal. Kemudian, satu bendel foto copy dokumen Kapal serta beberapa barang bukti lainnya.
"Pada 4 Mei lalu, telah dimusnahkan barang bukti," paparnya.
Adapun barang yang dimusnahkan berupa 81 karung goni warna hijau berisi kristal putih diduga Narkotika jenis sabu seberat 1,622 ton. Dengan perincian 1.620.998 (satu juta enam ratus dua puluh ribu sembilan ratus sembilan puluh delapan) gram brutto serbuk kristal diduga sabu dan sisa hasil dari Puslabfor untuk dimusnahkan.
Sementara 1.000 gram disisihkan untuk uji laboratorium, dan dua gram brutto serbuk kristal diduga shabu dijadikan pembuktian perkara. "Ini sesuai surat ketetapan yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Batam. Dari barang bukti dimusnahkan, maka kita dapat menyelamatkan 8 juta anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba," kata Didid menjelaskan.
Lebih lanjut ia menegaskan, atas perbuatannya, para pelaku disangkakan pasal terkait penyelundupan dan peredaran gelap narkotika sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
