
Pohon plastik jadi meme mengelitik di medsos.
JawaPos.com - Awal mula viralnya pohon imitasi di kawasan Jalan Merdeka Barat hingga Thamrin, Jakarta Barat ternyata karena pantauan dari Koalisi Pejalan Kaki dua hari yang lalu. Sehingga, berita itu heboh di kalangan masyarakat. Alhasil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mencabut pohon yang dijadikan meme di media sosial itu.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengaku ini bermula saat pihaknya tengah mengadakan tamasya kegiatan bertagar #tamasyatrotoarkita. Namun, ketika berkeliling ternyata banyak pelanggaran trotoar yang didapatinya.
"Kami keliling dari jalan MH Thamrin sampai Merdeka Barat ada banyak yang kami temukan di sana misal parkir di atas trotoar, masih ada mobil PNS yang parkir di atas trotoar bahkan dipakai lintasan sepeda motor," ujar Alfred saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (1/6).
"Yang cukup menggelitik yang kami lihat disana adalah adanya penempatan pohon-pohon imitasi di beberapa titik di sekitar kawasan tersebut. Tapi ada spot-spot yang memang menggangu sekali jalur pejalan kaki di atas trotoar, jadi tidak semua sebenarnya," terangnya melanjutkan.
Dari peristiwa yang tidak disangka menjadi viral, Alfred sebenarnya hanya ingin menekankan untuk penempatan pohon jangan sampai menghambat ruang pejalan kaki dan para disabilitas.
"Sebelumnya, saya juga lihat ada (pohon plastik) saya temukan tapi tidak ditempatkan di badan trotoar. Di jalan Thamrin saya temukan yang ada lampunya tapi tidak ditempatkan di tengah-tengah trotoar yang menghalangi," tutur Alfred.
"Nah, yang sekarang menghalangi, jadinya pokok permasalahannya melebar ke anggaran kan dan itu bukan urusan kami ya. Urusan ada yang bermain itu urusan Kepolisian lah ya," katanya.
Alfred mengusulkan jika Pemprov ingin memperindah kota, maka pohon asli di Jakarta bisa dihiasi lampu hias sehingga tidak memakai pohon plastik sebagai solusi. "Jadi kan bisa memperindah tanpa menghilangkan fungsi dari pohonnya itu sendiri," imbuhnya.
Bahkan, sebenarnya pohon imitasi dapat diberdayakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, pemandangannya dapat dinikmati oleh anak dan keluarganya.
"Kalau di jalan gini siapa yang menikmati, ini saran kami saja. Ke depan dimohon untuk Pak Gubernur, jika menginstruksikan para jajarannya untuk berhati-hati dalam membuat sebuah ide inisiatif, bagus sih tapi penempatan-penempatannya harus sesuai dengan tempatnya," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
