
Pelaku dan pramugari Lion Air usai adanya percandaan soal bom.
JawaPos.com - Frantinus Nirigi tidak mengira percandaannya di dalam pesawat Lion Air berujung pada petaka. Semula dia bercanda karena kondisi keriangan hati. Sebab akan pulang kampung ke Tanah Papua ingin memberi kabar kepada orang tuanya bahwa dia sudah berhasil jadi sarjana. Maklum, Fran adalah satu-satunya anak yang menyandang status sarjana di antara 12 bersaudara.
Marcelina Lin selaku tim kuasa Frantinus Nirigi menuturkan, pihaknya berharap kasus yang menjerat kliennya diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi Frans berasal dari keluarga tidak mampu.
"Kami ingin perkara ini dapat diselesaikan dengan baik demi kemanusian dan secara kekeluargaan. Lagi pun ini joke bomb. Orang Papua memang banyak joke-nya,” ujar Marcelina Lin sebagaimana dilansir Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (31/5).
Marcelina yang saat mengajukan permintaan penyelesaikan kasus kliennya ikut larut dalam kesedihan. "Saya prihatin dengan keadaannya (Frans, red). Secara pribadi saya tanya dia berkaitan dengan keluarga, dia menangis. Dia terpukul dengan kejadian ini. Karena keinginan dia pulang ke Papua kan ingin ikut tes PNS. Dan, tiga laptop (dua rusak, satu normal) yang dibawa adalah titipan keluarganya,” ungkap Marcelina dengan mata berkaca-kaca.
Lebih jauh dia bercerita, Fran sudah enam tahun tidak pulang ke kampung halamannya. Pada saat kejadian itu sebetulnya Fran ingin pulang kampung. Apalagi sudah sangat rindu kedua orang tuanya. Kerinduan itu cukup beralasan karena ayahnya sudah tua. "Sudah 90 tahun usia bapaknya," Marcelina.
Di kampung, orang tuanya tinggal bersama adik-adik Fran. "Dia adik beradiknya ada 12 orang. Empat sudah meninggal. Dua sudah menikah dan sisanya ada yang masih sekolah. Paling bungsu berusia delapan tahun,” paparnya.
Selain rindu dengan orang tua, Fran pulang kampung karena ingin mengabarkan kebahagiaan atas status Sarjana yang diuraihnya saat berkuliah di Universitas Tanjung Pura (Untan). Karena, dia satu-satunya yang sudah menyandang status sarjana di keluarga.
Melihat atas kondisi dari Fran, Marcelina berharap kasus yang menjerat kliennya diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab kasus serupa yang pernah terjadi tidak dilanjutkan. Bahkan ada pelakunya berstatus anggota DPRD. "Kenapa kemudian yang dilakukan Frans ini dinaikkan kasusnya?” tanya Marcelina.
Harapan penyelesaian kasus Frans secara kekeluargaan juga dikemukakan Dekan FISIP Untan Sukamto, tempat pelaku guyonan bom berkuliah selama ini.
Menurut Sukamto, selama ini Fransselalu bersikap baik. Tidak pernah bertingkah aneh. Walau dari sisi akademi dia tidak menonjol. “Itu yang saya tahu. Ini bukan membela dia, tapi memang itu kenyataannya selama dia jadi mahasiswa,” katanya.
Sukamto berharap kepolisian harus bijak menangani kasus ini. Harus menyimpulkan dari dua sisi. Baik dari pramugari dan Frans. “Jangan hanya melihat dari satu sisi saja. Jadi, lebih bijaksana lah dalam melihat kasus ini,” pinta dia.
Kalau memang Fran salah, tetapkan salah. Bila ia benar, tetapkan akan menjadi benar. "Berimbanglah dalam melihat kasus,” ucapnya.
Terlepas dari itu semua, Sukamto tetap mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan bercanda. Harus lihat situasi dan kondisi. “Apalagi belum lama ini kita diteror bom, sehingga ngucap bom dikit aja udah bikin khawatir sekali," terangnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
