
MANGKRAK: Kondisi PLTGB di Kabo Jaya yang hingga kini tidak ada kejelasan terkait penyelesaiannya.
JawaPos.com - Mangkrak sejak 2010, hingga kini Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) Kabo Jaya di Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur belum dapat investor. Pemerintah daerah setempat pun sempat berencana melego pembangkit listrik berkapasitas 18 megawatt (MW) itu sebagai besi tua.
PLTGB yang dibangun sejak era Bupati Kutim Isran Noor pada 2010 itu, kini sudah nampak berkarat dan berlumut. Rumput liar tumbuh tinggi di sekelilingnya dan menjadi pemandangan biasa bagi warga. Bahkan, sesekali seolah seperti objek wisata.
Pemkab Kutim sebenarnya sudah melakukan evaluasi proyek ini. Hanya saja, sampai saat ini belum ada kejelasan dari PT Kutai Mitra Energi Baru (KMEB), perusahaan daerah (BUMD) yang bertanggung jawa atas proyek tersebut. KMEB diketahui adalah pengganti PT Kutai Timur Energi (KTE), anak BUMD PT Kutai Timur Investama (KTI).
Bupati Kutim Ismunandar pun seolah pasrah dengan kondisi proyek ini. Belum banyak yang bisa dilakukan Pemkab Kutim atas proyek tersebut. "Jadi, saat ini, ya stagnan dulu," ucap pria yang akrab disapa Ismu itu, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (26/5).
Ismu menjelaskan, pihaknya masih melakukan audit likuidasi terhadap KMEB. "Nanti kalau sudah ada hasilnya baru bisa tentukan langkah. Yang jelas, proses audit likuidasi sudah mendekati tahap akhir," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, proyek ini tak akan dilanjutkan. Selain alasan belum ada investor yang berminat, sebenarnya pasokan listrik di Sangatta sudah cukup, bahkan berlebihan.
Hal itu dikarenakan jaringan listrik di Kutim sudah masuk sistem Mahakam. "Kecuali ada pihak yang mau berinvestasi di PLTGB Kabo (maka proyek akan dilanjutkan)," ujarnya.
Namun, sambung Ismu, sejauh ini belum ada investor yang mau meminang proyek tersebut. Penanam modal datang dan pergi, tak ada yang siap. "Kami juga tak mau menjual kucing dalam karung," imbuh dia.
Sebelumnya, PLTGB Kabo sempat dilirik beberapa investor. Namun hingga kini belum ada kabar kepastiannya. Pada Maret 2017, Ismu pernah menyatakan siap menjual bangunan PLTGB Kabo dalam bentuk besi tua, lantaran sebagian besar sudah berkarat.
Hal itu dilakukan bila nantinya benar-benar tak ada kepastian pembangunan. Sebagai informasi, saat proyek ini terhenti, ada tiga kontraktor yang menggugat Pemkab Kutim dan KMEB, lantaran belum dibayar.
Ketiga kontraktor itu adalah Direktur CV Profil Kencana (perusahaan jasa konstruksi) Ridiyanto, Direktur CV Pasdol Paula (perusahaan bangunan arsitektur dan pekerjaan sipil) Andi Beddu Salim, dan Direktur PT Pelayaran Dalam Negeri Buga Nusa Mahakam (perusahaan pelayaran) Andy Wijaya. Mereka menggugat dengan alasan Pemkab dan KMEB dinilai wanprestasi atau ingkar janji.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
