
Ilustrasi: Seorang residivis kasus pembunuhan ditangkap karena mencuri motor
JawaPos.com - Pernah dipenjara atas kasus begal atau pencurian dengan kekerasan disertai pembunuhan, tak membuat tersangka AU, 44, jera. Pelaku malah melakukan tindak kejahatan lainnya yaitu pencurian sepeda motor.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto mengatakan, pelaku yang merupakan warga Koto Tuo Mungko, Payakumbuh, Sumatera Barat, tersebut dilaporkan oleh korbannya, NZ, 42, warga Desa Rantau Betuah, Kecamatan Minas, Siak, Riau.
"Pelaku merupakan residivis dua tindak kriminal di wilayah hukum Sumatera Barat. Kini, dia dilaporkan kembali oleh korbannya ke Polsek Tapung atas kasus pencurian sepeda motor pada pertengahan bulan April lalu," ungkap Narto, Rabu (23/5).
Menurut laporan yang dibuat korban, pelaku datang ke rumahnya yang berada di Km 15 Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, dengan alasan menumpang tidur pada Minggu (15/4) sekitar pukul 01.00 WIB.
Keesokan harinya, pelaku mengajak korban pergi ke Desa Muara Mahat Baru, untuk menjumpai seseorang karena ingin memesan pupuk. Namun sesampai di Desa Muara Mahat Baru, ternyata orang pelaku tidak jadi membeli pupuk itu karena sudah ada yang beli.
"Pelaku mengajak korban pulang dan saat dalam perjalanan, ia meminta korban untuk berhenti di warung makan karena lapar. Kemudian korban berhenti disebuah warung," jelas Kabid.
Setelah berhenti korban pun langsung masuk ke dalam warung. Tapi setelah ditunggu beberapa lama pelaku tak kunjung masuk ke dalam warung. Kemudian korban mengecek keluar dan ternyata terlapor sudah menghilang bersama motor milik korban. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Tapung untuk pengusutannya.
Setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam, pelaku akhirnya bisa diamankan di daerah Payakumbuh, Sumbar, pada Selasa (22/5) malam.
"Tim berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti di daerah Payakumbuh. Saat diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Tapung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," pungkas Kabid.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
