
Ilustrasi
JawaPos.com - Fakta mewabahnya virus Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) si Sumatera Barat (Sumbar) mengundang keprihatinan semua pihak. Hal tersebut sesuai hasil penelitian studi pemetaan prilaku LGBT oleh Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar.
Mulai dari pemerintah daerah, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar yang sudah lama bergerak dan menyatakan perang dengan perilaku seks menyimpang itu.
Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar mengatakan, dalam pandangan islam, perilaku LGBT jelas haram dan dilarang. Bahkan, perbuatan homoseksual dan sejenisnya itu, lebih keji dari perbuatan zina.
"Dalam islam, pelaku zina itu dirajam. LGBT bagaimana? Tentu lebih dari itu. Makanya, kami sepakat menghentikan virus LGBT ini adalah makruf (kebaikan). Saya rasa, tidak ada ulama islam yang tidak sepakat menyatakan itu perbuatan dilarang," terang Gusrizal saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (1/5).
Menghentikan laju virus LGBT ini di Ranah Minang, diperlukan keseriusan pemerintah daerah. Dengan kata lain, secepatnya dilahirkan payung hukum untuk memberikan sanksi dan efek jera pada pelaku LGBT.
Tidak berhenti di situ, Nagari-nagari kabupaten/kota, juga diharapkan melahirkan aturan pelarangan LGBT. Dengan demikian, pemerintah, ulama, pemangku adat, niniak mamak, bundo kanduang, cerdik pandai, pemuda-pemudi, akan mudah dilibatkan.
"Memeranginya harus bersama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Tentu di dudukan payung hukumnya dulu oleh pemerintah," kata Gusrizal.
Gusrizal turut mengomentari hasil penelitian LGBT, yang menyatakan jumlah Gay di Sumbar mencapai belasan ribu orang. Menurutnya, hasil tersebut memang benar adanya. Namun, jumlahnya baru sebatas estimasi alias perkiraan.
"Bisa saja, mereka berbohong saat diteliti dan mengatakan jumlahnya banyak. Sehingga, eksistensi itu dijadikan motor untuk meminta pengakuan tentang keberadaan mereka. Ini yang harus kita lawan dan waspadai, agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku LGBT," kata Gusrizal.
Sebelumnya, hasil penelitian studi pemetaan prilaku LGBT Sumbar oleh Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar mengungkapkan, jika estimasi tahun 2018, sebanyak 14.469 orang terdata sebagai Lelaki Suka Lelaki (LSL). Sedangkan jumlah waria estimasinya mencapai 2.501 orang. Parahnya, pelanggan waria justru mencapai 9.024 orang yang pastinya laki-laki.
"Kalau disimpulkan menyeluruh, estimasi total pelaku LSL Sumbar mencapai 20 ribu orang," kata Ketua PKVHI Sumbar, Khaterina Welong.
Sementara itu, terang Khaterina, periode Januari hingga Maret 2018, secara kumulatif, kasus HIV menyentuh 1.905 orang dan 1.135 orang terdampak Aids. "Kasus ini terjadi di semua kalangan. Baik wiraswasta, ASN, petani dan sebagainya," kata Khaterina.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
