
Patricia Siahaan istri dari Cawagub Sumut Sihar Sitorus (kiri) saat bertemu dengan masyarakat.
JawaPos.com - Perjuangan dan pemikiran Raden Ajeng Kartini hingga kini masih menjadi pemicu semangat perempuan. Bahkan hingga zaman modern, nama Kartini tetap hidup. Tidak sedikit perempuan yang menjadikan tanggal 21 April untuk mengenang Kartini dengan berbagai macam ekspresi.
Adalah Patricia Boru Siahaan, wanita berdarah batak yang juga ikut memberikan arti Hari Kartini. Acapkali Kartini dikaitpautkan sebagai denyut nadi emansipasi.
Bagi Istri Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus, Kartini tidak melulu soal emansipasi. Lebih dari itu, Patricia memaknai Kartini sebagai landasan berpikir, hingga acuan sikap para perempuan Indonesia masa kini.
"Kalau untuk saya Kartini itu, bukan hanya sekedar emansipasi, untuk saya itu suatu modernisasi," kata perempuan cantik berambut panjang itu, Minggu (22/4).
Emansipasi, kata Patricia, harus juga tepat penempatannya. Perempuan tidak berjalan di belakang ataupun di depan. Perempuan harus berjalan sejajar.
"Saya bukan melihatnya sebagai gerakan feminis. Tapi saya melihatnya, sebagai pemicu untuk seluruh wanita untuk berkarya setinggi tingginya, tanpa batasan kolot yang dibentuk suatu tradisi," tuturnya.
Pemilik nama lengkap Patricia Ferrari Juanita Siahaan itu pun beranggapan, dalam era modernisasi, perempuan harus berani bereksplorasi dan belajar banyak hal.
Meskipun terkadang banyak yang menilai Patricia sangat modern, ternyata dia masih memakai cara-cara konservatif saat dia harus berperan sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.
"Saya orang batak, saya amat mengagumi, melihat esensi dalam etnis batak. Walaupun banyak yang bilang cara batak itu lama (kuno). Tapi harus dilihat esensinya," jelasnya.
Dia berpesan, agar perempuan di Indonesia jangan melupakan identitas adat budayanya. Karena esensi dari adat itu juga yang membuat perempuan menjadi tangguh. Seperti Patricia yang selalu mengingat identitasnya sebagai perempuan batak yang dikenal tangguh.
"Semakin maju seseorang maka harus semakin mengingat dia berasal dari mana. Ingat dasar-dasarnya," ujarnya.
Dia berharap, perempuan-perempuan di Indonesia untuk tidak putus asa. Perempuan harus tetap ingat dengan perjuangan pemikiran Kartini yang menerobos batas-batas konservatif dan mengangkat derajat perempuan.
"Saya melihat wanita Sumatera Utara adalah perempuan yang kuat. Selamat Hari Kartini untuk perempuan Sumut dan para perempuan tangguh di Indonesia," tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
