Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 April 2018 | 06.26 WIB

Kata Patricia Siahaan, Kartini Tak Sekedar Emansipasi

Patricia Siahaan istri dari Cawagub Sumut Sihar Sitorus (kiri) saat bertemu dengan masyarakat. - Image

Patricia Siahaan istri dari Cawagub Sumut Sihar Sitorus (kiri) saat bertemu dengan masyarakat.

JawaPos.com - Perjuangan dan pemikiran Raden Ajeng Kartini hingga kini masih menjadi pemicu semangat perempuan. Bahkan hingga zaman modern, nama Kartini tetap hidup. Tidak sedikit perempuan yang menjadikan tanggal 21 April untuk mengenang Kartini dengan berbagai macam ekspresi.


Adalah Patricia Boru Siahaan, wanita berdarah batak yang juga ikut memberikan arti Hari Kartini. Acapkali Kartini dikaitpautkan sebagai denyut nadi emansipasi.


Bagi Istri Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus, Kartini tidak melulu soal emansipasi. Lebih dari itu, Patricia memaknai Kartini sebagai landasan berpikir, hingga acuan sikap para perempuan Indonesia masa kini.


"Kalau untuk saya Kartini itu, bukan hanya sekedar emansipasi, untuk saya itu suatu modernisasi," kata perempuan cantik berambut panjang itu, Minggu (22/4).


Emansipasi, kata Patricia, harus juga tepat penempatannya. Perempuan tidak berjalan di belakang ataupun di depan. Perempuan harus berjalan sejajar.


"Saya bukan melihatnya sebagai gerakan feminis. Tapi saya melihatnya, sebagai pemicu untuk seluruh wanita untuk berkarya setinggi tingginya, tanpa batasan kolot yang dibentuk suatu tradisi," tuturnya.


Pemilik nama lengkap Patricia Ferrari Juanita Siahaan itu pun beranggapan, dalam era modernisasi, perempuan harus berani bereksplorasi dan belajar banyak hal.


Meskipun terkadang banyak yang menilai Patricia sangat modern, ternyata dia masih memakai cara-cara konservatif saat dia harus berperan sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya.


"Saya orang batak, saya amat mengagumi, melihat esensi dalam etnis batak. Walaupun banyak yang bilang cara batak itu lama (kuno). Tapi harus dilihat esensinya," jelasnya.


Dia berpesan, agar perempuan di Indonesia jangan melupakan identitas adat budayanya. Karena esensi dari adat itu juga yang membuat perempuan menjadi tangguh. Seperti Patricia yang selalu mengingat identitasnya sebagai perempuan batak yang dikenal tangguh.


"Semakin maju seseorang maka harus semakin mengingat dia berasal dari mana. Ingat dasar-dasarnya," ujarnya.


Dia berharap, perempuan-perempuan di Indonesia untuk tidak putus asa. Perempuan harus tetap ingat dengan perjuangan pemikiran Kartini yang menerobos batas-batas konservatif dan mengangkat derajat perempuan.


"Saya melihat wanita Sumatera Utara adalah perempuan yang kuat. Selamat Hari Kartini untuk perempuan Sumut dan para perempuan tangguh di Indonesia," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore