
Peneliti dari Pukat UGM, Zaenur Rahman (kiri). Mereka menilai putusan praperadilan Hakim Effendi Muchtar tak bisa jadi dasar penetapan tersangka Boediono.
JawaPos.com - Kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertaruhkan dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi yang merugikan negara dengan skala besar. Terutama dalam memutuskan nasib orang-orang yang namanya pernah disebut dalam dakwaan.
Seperti dalam kasus korupsi Century ketika penetapan tersangka terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya dan Siti Fadjrijah pada 2012 lalu. Disebutkan juga ada nama seperti Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dkk. Namun selama ini nasib mereka tak kunjung menemui kejelasan.
Hal tersebut disampaikan oleh Zaenur Rahman, peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. "KPK wajib menuntaskan kasus Bank Century. Nama-nama yang disebut itu harus jelas nasibnya apa akan dilanjutkan karena terlibat atau tidak," katanya di Pukat UGM, Senin (16/4).
Adanya penyebutan nama dalam dakwaan atas tersangka Budi Mulya itu, KPK menurutnya sudah mengantongi alat bukti untuk kasus Bank Century. Tentu itu tidak secara otomatis untuk menjerat Boediono dan lainnya.
Untuk itu perlu dilakukan penyelidikan dan penyidikan dari awal. Belajar seperti kasus yang lain, semisal Setya Novanto dalam jeratan korupsi KTP Elektronik.
KPK menurutnya juga harus membuat suatu prioritas penanganan yang merugikan negara dengan skala besar. Seperti Century, Pelindo, ataupun kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tidak jelas juntrungnya.
"KPK kami sarankan, jika melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) jika bisa dilimpahkan ke kejaksaan atau kepolisian tinggal dilimpahkan. Nanti setelah itu tinggal dilakukan supervisi, itu akan menghemat energi KPK," ucapnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
