
ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai.
JawaPos.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menyelidiki kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, yang terjadi akhir pekan lalu. Dari perhitungan yang dilakukan, diketahui jumlah tumpahan minyak mencapai 69,3 meter kubik atau sekitar 400 barel.
''Kami sudah minta tim dan juga pihak Pertamina memprioritaskan pembersihan tumpahan minyak di wilayah pemukiman penduduk mengingat bau yang menyengat dan potensi risiko lainnya,'' kata Menteri LHK Situ Nurbaya Bakar dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Rabu (4/4).
Berdasarkan laporan dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum), tim sudah melakukan pengambilan sampel untuk melihat sejauh mana dampak yang terjadi.
”Oleh karena sangat dinamis, maka pengambilan sampel akan dilakukan beberapa kali lagi,” jelas Siti.
Mengingat lokasi terdampak yang sangat luas, tim KLHK dibagi menjadi lima tim, yaitu satu tim melakukan pengukuran panjang pesisir pantai yang terdampak di kabupaten Penajam Paser Utara, sedang empat tim lainnya melakukan pengukuran di Kota Balikpapan.
"Targetnya untuk mendapatkan panjang pantai yang terdampak tumpahan minyak, sampai sore ini kegiatan masih berlangsung. Hasilnya akan di-update segera,” kata Siti.
Sumber Tumpahan Dilacak
Siti menjelaskan, tim gabungan yang dipimpin Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan sampai hari ini masih konsentrasi melakukan kegiatan penanggulangan di perairan Balikpapan.
Pada tahap pertama, petugas akan mengumpulkan seluruh oil boom yang dimiliki oleh beberapa perusahaan yang ada di sekitar lokasi. Nantinya boom-boom tersebut akan digunakan untuk menggiring genangan-genangan tumpahan minyak di sepanjang perairan teluk Balikpapan ke perairan dekat area fasilitas Pertamina.
Kegiatan penanggulangan ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hari. Tim dari KLHK hari ini melakukan pengukuran luasan area terdampak dengan cara melakukan pengukuran secara langsung.
Tim terdiri dari staff Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Dirjen Gakkum, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E), Balai Konservasi Sumber Daya Aalam (BKSDA) Kaltim seksi wilayah 3, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.
Tim juga bersama-sama dengan kepolisian sedang melacak sumber tumpahan karena sampai saat ini belum diketahui sumbernya.
Siti menambahkan, hari ini Gakkum juga sudah mengirimkan ahli terkait kerusakan lingkungan dan Tim Drone dengan Fixed Wing Drone berukuran besar untuk memantau area yang terdampak dari udara.
"Gakkum KLHK juga sudah meminta data LAPAN apabila mereka memiliki data-data satelit terkini terkait dengan lokasi tersebut,” jelas Siti.
Selain menurunkan dua Dirjen (Gakkum dan PPKL) beberapa jam setelah kejadian, Siti juga menurunkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) untuk memantau langsung dampak tumpahan minyak terhadap keanekaragaman hayati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
